Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Anggota DPRD Mempawah Tinjau Perajin Gentong Semen di Sungai Nipah

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Rabu, 11 Juni 2025 | 14:23 WIB
PENGRAJIN: Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Razali, mengunjungi pengrajin gentong semen.
PENGRAJIN: Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Razali, mengunjungi pengrajin gentong semen.

PONTIANAK POST – Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Razali, SH, melakukan kunjungan lapangan ke Desa Sungai Nipah pada Senin (9/6). Dia meninjau langsung kondisi para pelaku usaha kecil menengah (UKM), khususnya perajin gentong semen.

Kunjungan ini menjadi ajang dialog terbuka antara legislator dan warga. Para perajin pun memanfaatkannya untuk menyampaikan tantangan dan kendala yang sedang mereka hadapi. Salah satunya, para pelaku usaha tradisional mengeluhkan penurunan permintaan gentong semen akibat persaingan dengan produk berbahan fiber yang dinilai lebih ringan dan mudah diproduksi massal. Kondisi ini dinilai mengancam kelangsungan usaha perajin lokal yang selama ini menggantungkan hidup dari kerajinan gentong.

Razali pun menyimak dengan baik seluruh yang disampaikan para perajin lokal. Menurutnya, Persaingan dari produk fiber membuat usaha perajin gentong semen semakin sulit.

“Ini aspirasi yang sangat penting dan harus ditindaklanjuti,” ujar Razali usai pertemuan.

Razali pun menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan program pengadaan gentong semen sebagai fasilitas penampungan air hujan bagi masyarakat. Menurutnya, selain berfungsi sebagai sarana penyediaan air bersih, program tersebut juga bisa membuka pasar baru bagi produk lokal.

“Kita bisa bantu dua pihak sekaligus, masyarakat yang butuh air bersih dan perajin yang butuh pasar. Ini solusi konkret yang layak diperjuangkan,” kata Razali.

Ia menegaskan pentingnya dukungan terhadap pelaku UMKM agar mereka mampu bertahan di tengah arus perubahan industri. Razali juga berencana menyampaikan langsung usulan ini kepada instansi terkait di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Melalui dorongan program pengadaan berbasis kebutuhan masyarakat dan potensi lokal, Razali berharap agar usaha tradisional seperti perajin tempayan di Sungai Nipah bisa kembali bergeliat dan berdaya saing di pasar.

“UMKM adalah penopang ekonomi daerah. Jangan sampai mereka ditinggalkan dalam proses pembangunan,” tegasnya.(wah)

Editor : Hanif
#UMKM #UKM #DPRD Mempawah #Beri Dukungan #Usaha Lokal #sungai nipah #pelestarian