PONTIANAK POST — Warga Sungai Pinyuh akhirnya bisa sedikit lega. Setelah dikeluhkan selama beberapa waktu, genangan air yang meresahkan mulai ditangani. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Jaguar Sungai Pinyuh diterjunkan untuk membersihkan saluran drainase yang tersumbat, tepat di depan deretan ruko bekas kebakaran.
Aksi normalisasi ini dipantau langsung oleh Camat Sungai Pinyuh, Ibrahim Mahras, kemarin. Ia menyebut, langkah ini merupakan bagian dari upaya cepat merespons aduan masyarakat.
"Kita lakukan pembersihan saluran lama lebih dulu, sambil evaluasi apakah cukup efektif mengatasi genangan. Bila belum berhasil, tentu akan diambil langkah lanjutan," jelas Ibrahim.
Dari pantauan di lapangan, penyebab utama genangan bukan pada kondisi saluran lama, melainkan pembangunan saluran baru yang tidak memperhatikan kontur dan aliran air. Saluran baru dibangun lebih tinggi dari saluran sebelumnya, sehingga aliran air menjadi terhambat.
"Saluran drainase yang dulu dari Dinas PUPR sebenarnya masih bisa berfungsi. Tapi saat pembangunan ruko, malah ditutup dan diganti saluran baru yang lebih tinggi. Ini yang bikin air tidak bisa mengalir," terang Ibrahim.
Ia juga mengimbau pemilik bangunan agar tidak sembarangan membuat saluran tanpa memperhatikan teknis yang tepat. Pemerintah kecamatan memastikan proses ini akan terus diawasi dan ditindaklanjuti bila genangan belum teratasi. Harapannya, air dapat kembali mengalir normal dan keresahan warga segera berakhir.
“Kalau lebih tinggi dari jalan, air tidak mungkin bisa mengalir dengan baik,” ujarnya dengan nada kesal.(wah)
Editor : Hanif