Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

PMI Mempawah Dorong Literasi Keselamatan Alam Usai Insiden Pendaki Tersesat

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Rabu, 18 Juni 2025 | 13:24 WIB
Arief Rinaldi
Arief Rinaldi

PONTIANAK POST – Peristiwa tersesatnya delapan pendaki di jalur pendakian Puncak Loncek, Kecamatan Anjungan, menjadi peringatan serius tentang kurangnya pemahaman keselamatan di alam terbuka. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mempawah, Arief Rinaldi, menyoroti pentingnya edukasi serta kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan luar ruang.

Para remaja tersebut ditemukan selamat oleh tim gabungan PMI dan warga setempat pada Senin (16/6) dini hari setelah pencarian intensif dilakukan di tengah kondisi cuaca ekstrem dan medan yang sulit. Salah satu dari mereka sempat mengalami gejala yang diduga sebagai hipotermia sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan.

Arief mengapresiasi cepat tanggap para relawan dan keterlibatan masyarakat yang memperlihatkan semangat kemanusiaan tinggi dalam proses penyelamatan.

“Kami sangat bersyukur semua korban ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, insiden ini menyadarkan kita semua bahwa edukasi keselamatan di alam bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas alam tanpa perencanaan matang. Mulai dari tidak mengenali jalur resmi pendakian, kurangnya peralatan dasar survival, hingga tidak adanya pemberitahuan kepada pihak berwenang.

“Pendakian bukan hanya soal semangat menjelajah, tapi juga soal kesiapan menghadapi segala kemungkinan. Alam bisa menjadi sumber kedamaian, tapi juga bisa berubah menjadi bahaya jika kita lengah,” tegasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, PMI Mempawah akan memperkuat koordinasi dengan komunitas pecinta alam, perangkat desa, dan relawan lokal. Rencana ke depan mencakup pembentukan jalur komunikasi darurat serta pemetaan titik-titik rawan sebagai upaya pencegahan dan mitigasi risiko.

“PMI berkomitmen tak hanya hadir saat bencana terjadi, tapi juga aktif mencegahnya. Karena dalam penyelamatan, setiap detik sangat berarti,” kata Arief.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di alam terbuka harus menjadi bagian penting dari gaya hidup bertualang.

"Edukasi, perencanaan, dan kehati-hatian adalah kunci untuk memastikan setiap perjalanan berakhir dengan selamat," pungkas dia.(wah)

Editor : Hanif
#edukasi keselamatan #PMI Mempawah #Puncak Loncek #anjungan #Pendaki Tersesat