PONTIANAK POST - Puluhan warga Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur bahu membahu membuka akses jalan yang sejak lama tertutup hutan dan semak belukar, beberapa waktu lalu. Jalan ini terletak di lokasi BP2TD itu menghubungkan Desa Antibar dengan Kota Mempawah.
Kepala Desa (Kades) Antibar, Julkarnaidi menjelaskan akses jalan yang dibangun Pemerintah Kabupaten Mempawah dilokasi BP2TD itu terdiri dari dua jalur. Salah satu jalurnya tak difungsikan hingga tertutup hutan dan semak belukar.
“Warga berinisiatif untuk membuka akses jalan itu sebagai jalur alternatif penghubung antara Desa Antibar dengan Kota Mempawah,” kata pria yang akrab disapa Eju itu.
Eju menilai dibukanya akses jalan tersebut merupakan langkah strategis untuk mendukung kelancaran lalu lintas warga Desa Antibar dan sekitarnya. Termasuk mendukung aktivitas sehari-hari dan perekonomian masyarakat.
“Semoga dengan dibukanya akses jalan ini akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat Desa Antibar. Kita berharap akses jalan ini dapat dimendukung lalu lintas warga,” tuturnya.
Lebih jauh, Eju mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan warga secara bergotong royong membuka akses jalan tersebut. Dia berharap kebiasaan gotong royong tersebut dapat terus dijaga dan dipelihara dalam berbagai kegiatan dilingkungan masyarakat.
“Alhamdulillah, warga sangat peduli dengan lingkungannya. Mudah-mudahan semangat gotong royong ini dapat terus kita pertahankan dan lebih ditingkatkan lagi dalam kegiatan-kegiatan lainnya,” pungkasnya.(wah)
Editor : Hanif