Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Prahara SD Bunda Sungai Pinyuh, Siswa Sisa 8 Orang dan Guru Tidak Digaji

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Sabtu, 12 Juli 2025 | 15:42 WIB

 

Rapat koordinasi antara Yayasan Bunda, orangtua murid, dan Dinas Pendidikan di ruang rapat DPRD Mempawah.
Rapat koordinasi antara Yayasan Bunda, orangtua murid, dan Dinas Pendidikan di ruang rapat DPRD Mempawah.

PONTIANAK POST  – Sekolah Dasar Bunda Sungai Pinyuh mengalami krisis operasional. Saat ini hanya terdapat delapan siswa kelas enam yang masih bertahan. Tenaga pengajarnya pun belum menerima gaji selama bertahun-tahun.

Kondisi memprihatinkan ini diungkap langsung oleh Kepala Sekolah SD Bunda, Petrus Romy. Ia mengaku sudah dua tahun tak menerima honor. Begitu pula istrinya yang turut mengajar di sekolah tersebut.

“Sudah lama kami bertahan tanpa gaji, tapi tahun ini terasa benar-benar berat. Mulai Desember, istri saya juga tak menerima upah,” katanya, Jumat (11/7).

Petrus mengungkapkan secara legalitas sekolah masih sah dan terdaftar aktif dalam dapodik. Namun, kelangsungan kegiatan belajar mengajar sangat tergantung pada dukungan yayasan dan perhatian dari pemerintah.

“Saat ini hanya tersisa tiga guru aktif. Untuk operasional dasar saja kami butuh sekitar enam juta rupiah,” ujarnya.

Permasalahan menjadi perhatian Ketua DPRD Mempawah, Safruddin Asra. Ia menegaskan, delapan siswa yang tersisa harus tetap mendapatkan hak pendidikan hingga lulus, dan menolak opsi pembiayaan melalui iuran wali murid.

“Urunan orang tua bukan solusi. Ini justru bisa mencoreng komitmen pendidikan gratis. Pemerintah harus hadir dan bertanggung jawab,” ucapnya tegas.

Oleh sebab itu, Safruddin juga menyebutkan bahwa pihaknya menggelar pertemuan bersama Dinas Pendidikan, yayasan, dan wali murid untuk merumuskan langkah konkret penyelamatan sekolah.

Kini, harapan satu-satunya berada pada koordinasi yang solid antara yayasan, pemerintah daerah, dan dinas pendidikan, agar SD Bunda bisa menyelesaikan tahun ajaran dengan layak, khususnya bagi delapan siswa yang masih setia menanti hak pendidikannya terpenuhi.

"Dengan pertemuan ini, diharapkan bisa mendapatkan solusi dari permasalahan sekolah Bunda," tutupnya.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Mempawah, Arpandi, menyatakan masalah ini sudah berlangsung lama. Dalam dua tahun terakhir, SD Bunda tak menerima murid kelas satu dan dua, yang berdampak pada berkurangnya jumlah siswa secara keseluruhan.

“Sudah dilakukan pembinaan melalui pengawas Sekolah. Tapi karena minimnya murid, sekolah kesulitan bertahan. Siswa kelas enam tetap akan dilanjutkan pendidikannya. Sementara siswa dari kelas lainnya akan dipindahkan ke sekolah terdekat,” jelasnya.

Arpandi juga mengakui tidak ada anggaran khusus untuk menggaji guru swasta. Namun, menurutnya, bantuan operasional bisa saja diakses melalui Dana BOS, asal pihak yayasan aktif mengajukan sesuai mekanisme.

"Yang bisa dilakukan pemerintah hanya sebatas itu, kalaupun dalam hal mempertahankan pendidikan sekolah Bunda, tergantung koordinasi yayasan terhadap pihak lainnya seperti donatur, dalam hal operasionalnya," pungkasnya.(wah)

Editor : Miftahul Khair
#Sungai Pinyuh #SD Bunda #guru tak digaji #siswa