PONTIANAK POST – Puncak Festival Budaya Robo-robo tahun 2025 di Kuala Mempawah berlangsung sakral dan meriah. Ribuan pengunjung memenuhi Komplek Pelabuhan Kuala Mempawah untuk menyaksikan prosesi adat buang-buang yang dipimpin oleh Raja Mempawah XIV, Mohammad Hafizh Adinugraha, ST, Rabu (20/8) di Muara Kuala Mempawah.
Raja Mempawah XIV, Mohammad Hafizh Adinugraha bersama Ratu Sinuhun Kencana Wangsa Arini Mariam, serta Pangeran Patih Jaya Kerta Mohammad Hakim Adiprasetya bersama para Laskar Opu dan kerabat Keraton Amantubillah tiba di Komplek Pelabuhan Kuala Mempawah sekitar pukul 08.45 WIB untuk melaksanakan ritual buang-buang. Selang Dilanjutkan dengan ritual tepung tawar kapal nelayan di steigher Pelabuhan Kuala Mempawah.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Raja dan rombongan disambut para pejabat daerah mulai dari Bupati Mempawah, Hj Erlina, Wakil Bupati Juli Suryadi Burdadi, Asisten Administrasi dan Umum Setda Pemprov Kalbar, H Alfian, Kakuwil Dankodaeral, Kolonel Laut (S) Bernadius Yules Verne, S.E., CHRMP., M.Tr.AP, Forkopimda Mempawah, Sekda Ismail, kepala OPD Pemkab Mempawah dan pejabat BUMN dan BUMD, tokoh Masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat di Kabupaten Mempawah.
Raja Mempawah XIV, Mohammad Hafizh menyatakan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Tetapi, bukti nyata adat budaya merupakan identitas dan marwah yang harus dijaga bersama-sama. “Keraton Amantubillah akan selalu bersinergi terhadap adat budaya lokal dan berkerjasama dengan Pemda Mempawah untuk membangun Kabupaten Mempawah menjadi daerah yang cerdas, maju dan bermarwah,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Mempawah Hj Erlina, SH, MH mengatakan Festival Budaya Robo-robo merupakan salah satu agenda budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada Rabu terakhir di bulan Syafar yang diisi dengan memanjatkan doa tolak bala dan memohon keselamatan kepada Allah SWT.
“Robo-robo ini merupakan napak tilas kedatangan Raja Opu Daeng Manambon ke Mempawah yang bergelar Pangeran Mas Suryanegara ke Kerajaan Bangkule Rajangk pada tahun 1737 Masehi,” urainya.
Erlina menilai penyelenggaraan Festival Budaya Robo-robo memberikan multifler effect terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebab, arena robo-robo menjadi wadah bagi UMKM dan para pedagang untuk menjual produk-produknya.
“Mari kita jaga dan lestarikan adat budaya baik secara individu maupun kelompok. Supaya, adat budaya ini dapat terus terjaga dan terus di wariskan untuk anak cucu mendatang,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Asisten Administrasi dan Umum Setda Provinsi Kalbar, H Alfian menyatakan.
robo-robo mengandung nilai-nilai luhur yang perlu dijaga dan lestarikan. Sebab, robo-robo menjadi refleksi dari kekayaan budaya yang kaya akan kearifan lokal dan ketaatan terhadap adat istiadat.
“Event budaya yang kita laksanakan merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Tidak hanya menampilkan keindahan tradisi dan seni lokal, tetapi juga wadah memperkenalkan nilai-nilai budaya yang beragam kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif