Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemberdayaan Siswa SLB Negeri Mempawah Melalui Inovasi Sabun Cuci Piring dari Limbah Kulit Nanas

Hanif PP • Jumat, 5 September 2025 | 18:23 WIB
Siswa SLB Negeri Mempawah bersama mahasiswa KKN Nida El-Adabi Bogor menunjukkan sabun cuci piring dari limbah kulit nanas hasil pelatihan.
Siswa SLB Negeri Mempawah bersama mahasiswa KKN Nida El-Adabi Bogor menunjukkan sabun cuci piring dari limbah kulit nanas hasil pelatihan.

PONTIANAK POST – Pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dari Institut Nida El-Adabi Bogor dilaksanakan di SLB Negeri Mempawah dengan menghadirkan program pemberdayaan siswa melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar limbah kulit nanas.

Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Yayasan Konservasi Laut Khatulistiwa dan Indonesian Youth and Leader Empowerment (IYALE) Regional Kalimantan Barat, serta melibatkan volunteer yang turut berpartisipasi mendampingi jalannya kegiatan.

Pemilihan SLB Negeri Mempawah sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada semangat untuk menghadirkan edukasi lingkungan yang inklusif. Siswa berkebutuhan khusus tidak hanya diberi ruang untuk mengembangkan keterampilan hidup, tetapi juga diajak berkontribusi dalam upaya menjaga kelestarian alam. Dengan praktik langsung mengolah limbah kulit nanas menjadi sabun ramah lingkungan, para siswa diperkenalkan pada cara sederhana namun bermakna untuk mengurangi sampah organik sekaligus menciptakan produk bermanfaat.

Program pemberdayaan ini dirancang untuk siswa dengan ketunaan rungu dan tuna grahita, dengan tujuan memberikan pengalaman keterampilan praktis yang ramah lingkungan. Siswa diajak untuk mengolah kulit nanas menjadi produk sabun cuci piring yang tidak hanya mudah dibuat, tetapi juga memiliki nilai ekonomis serta mendukung gerakan pengurangan limbah rumah tangga.

Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan, proses ekstraksi, hingga pencampuran larutan untuk menghasilkan sabun cair. Produk sabun yang dihasilkan pun bisa langsung digunakan untuk membersihkan peralatan rumah tangga sehari-hari.

“KKN ini diberi judul Pemberdayaan Siswa SLB Negeri Mempawah melalui Inovasi Sabun Cuci Piring dari Limbah Kulit Nanas. Inovasi ini lahir dari semangat menjaga lingkungan dengan memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa menjaga alam bisa dilakukan dengan cara sederhana, bahkan oleh siswa SLB. Dengan begitu, mereka tidak hanya mendapat keterampilan, tetapi juga menjadi bagian dari generasi yang peduli lingkungan,” ujar Usep Gunawan, pelaksana KKN mandiri dari Institut Nida El-Adabi Bogor.

Sementara itu, perwakilan volunteer menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi pelestarian lingkungan.

“Edukasi lingkungan bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan memanfaatkan limbah kulit nanas menjadi sabun ramah lingkungan, siswa SLB turut serta berkontribusi dalam menjaga alam dengan cara sederhana,” jelas Kristina salah satu volunteer kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membuka ruang kreativitas serta kemandirian bagi siswa SLB, sekaligus memperlihatkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan. Ke depan, keterampilan ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai peluang usaha sederhana, sehingga siswa tidak hanya memiliki bekal keterampilan hidup, tetapi juga potensi untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.(*)

Editor : Hanif
#mempawah #siswa slb #kulit nanas #KKN Mandiri #limbah #Ramah Lingkungan #Sabun