PONTIANAK POST - Video aksi nekat seorang pelajar melewati jembatan tali menyeberangi sungai yang menghubungkan Desa Peniti Besar dan Desa Peniti Dalam II, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman video itu, seorang pelajar SMP tampak bersusah payah melewati jembatan tali untuk menyeberangi sungai agar dapat berangkat ke sekolah.
Meski harus menguras tenaga, pelajar tersebut berhasil melewati jembatan dan tiba di seberang sungai dengan selamat. Sementara itu, tampak masih ada puluhan pelajar pelajar SD dan SMP yang mengantre untuk melewati jembatan tali tersebut.
Video viral ini pun menjadi gunjingan netizen. Banyak narasi yang menyayangkan kelalaian Pemerintah Kabupaten Mempawah yang tidak memberikan perhatian terhadap nasib puluhan pelajar di desa itu hingga harus bertaruh nyawa melewati jembatan tali untuk pergi ke sekolah. Namun, kondisi di lapangan tak seutuhnya benar seperti yang disangka netizen.
Kepala Desa Peniti Besar, Kasdik tak membantah kejadian itu berlangsung di lingkungan masyarakatnya. Menurut dia, video viral itu direkam pada saat siswa hendak berangkat ke sekolah pada Kamis (4/9) pagi.
“Memang benar video viral itu terjadi di wilayah kami Desa Peniti Besar. Sungai yang dilewati siswa tersebut merupakan penghubung antara Desa Peniti Besar dengan Peniti Dalam II,” jelasnya saat dikonfirmasi awak media.
Namun, Kasdik memastikan kejadian seperti yang terekam di video disebabkan ulah oknum siswa nakal yang mengikat salah satu sisi tali pelampung sehingga tidak dapat digunakan oleh siswa lainnya.
“Kejadiannya itu ada oknum siswa nakal yang sudah menyeberangi sungai dengan pelampung. Setelah tiba di seberang, siswa nakal ini mengikat tali pelampung sehingga pelampung tidak bisa ditarik kembali oleh siswa lain,” ungkapnya.
Untuk mengatasi situasi, sambung Kasdik, ada salah seorang siswa yang berani berjalan di atas tali untuk menyeberangi sungai. Kemudian, siswa tersebut melepaskan ikatan tali sehingga pelampung bisa digunakan oleh puluhan siswa lainnya.
“Setelah ikatan tali dilepaskan, maka pelampung bisa kembali ditarik dan dinaiki oleh puluhan siswa lainnya. Dan mereka pun bisa berangkat ke sekolah dengan menaiki pelampung seperti hari biasanya,” tuturnya.
Sejatinya, Kasdik menceritakan, ada dua jembatan penghubung antara Desa Peniti Besar dengan Desa Peniti Dalam II. Namun, kedua jembatan tersebut roboh diterjang arus deras pada November lalu.
“Setelah kedua jembatan itu roboh, kami langsung berinisiatif membuat pelampung agar dapat digunakan oleh warga maupun siswa untuk menyeberangi sungai. Sejak itu, tidak ada persoalan bagi warga yang ingin menyeberangi sungai,” sebutnya.
Lebih jauh, Kasdik mengaku pihaknya sudah mengusulkan pembangunan jembatan baru sebagai pengganti jembatan yang roboh. Usulan pembangunan itu pun sudah mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Kabupaten Mempawah.
“Alhamdulillah, anggaran untuk pembangunan jembatan sudah masuk dalam APBD 2025. Insya Allah pembangunan akan dimulai pada akhir tahun ini dengan dana kurang lebih Rp 490 juta,” pungkasnya.(wah)
Editor : Hanif