PONTIANAK POST - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie, Pd.D, meninjau salah satu lokasi rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (10/9). Jika hasil penilaiannya memenuhi syarat, maka besar kemungkinan sekolah garuda akan di bangun di 2026 mendatang.
Prof. Stella menegaskan pembangunan Sekolah Garuda tidak hanya berorientasi pada ketersediaan lahan dan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan ekosistem, kebutuhan masyarakat, serta potensi lokal di sekitarnya.
“Kami melihat di lokasi ini menarik, karena marwah untuk menjadikan daerah ini sebagai pusat pendidikan cukup kuat. Dari sisi lahan juga cukup ideal, rata, dan tidak membutuhkan biaya besar untuk pengolahan. Infrastruktur seperti air dan listrik tersedia dengan baik,” katanya.
Kemudian karakteristik daerah juga menjadi pertimbangan penting. Menurutnya, keberadaan ekosistem mangrove di Mempawah memiliki nilai strategis dalam pengembangan sains dan teknologi, khususnya terkait riset carbon capture dan carbon storage.
Selain itu, dia juga menilai potensi pertanian lokal seperti nanas dan jahe dapat tetap dijaga meskipun sebagian kecil lahan dialokasikan untuk pembangunan sekolah. “Dari total 24 hektare lahan yang tersedia, pembangunan hanya memerlukan sekitar 2,01 hektare, sementara sisanya akan tetap dikelola bersama masyarakat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Dia ingin agar masyarakat sekitar tetap dilibatkan, sehingga pembangunan sekolah ini tidak menghilangkan identitas dan potensi lokal yang sudah ada.
Dalam pengembangannya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga akan melibatkan perguruan tinggi, termasuk Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, guna mendukung kurikulum dan riset berbasis sains serta teknologi.
Prof. Stella menjelaskan, pembangunan Sekolah Garuda dilakukan secara bertahap. Saat ini empat lokasi pertama sedang dibangun di Belitung Timur (Babel), Soe (NTT), Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara. Target penyelesaian ditetapkan pada Juni 2026 untuk tahun ajaran 2026–2027.
“Kalbar akan masuk dalam batch kedua pembangunan, tetapi proses penyiapan lahan sudah mulai berjalan. Untuk Mempawah, sertifikat lahan milik Pemda sudah lengkap sehingga akan memudahkan proses selanjutnya,” jelasnya.(iza)
Editor : Hanif