Impian Nurjamaliah, warga Dusun II Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, untuk tinggal di rumah yang aman dan layak akhirnya terwujud. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mempawah menetapkan rumah kayu berukuran 4x6 meter miliknya sebagai penerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Wahyu Ismir J, Mempawah
Selama 22 tahun, Nurjamaliah dan suaminya bertahan di rumah yang sudah rapuh. Sebagian atap bocor, tiang penyangga lapuk, dan setiap hujan mereka harus tidur dalam kondisi basah. Keterbatasan ekonomi membuat renovasi tak kunjung dilakukan.
“Dulu atap rumah masih dari daun, sedikit demi sedikit diganti seng dari hasil kerja di pabrik. Tapi tidak pernah selesai karena biaya sekolah anak lebih penting. Kalau hujan, kami pasrah tidur sambil basah,” kenangnya haru.
Sehari-hari, Nurjamaliah mencuci pakaian dua kali seminggu dengan upah Rp25 ribu per sekali kerja, sementara sang suami bekerja serabutan membantu warga sekitar. Dari empat anaknya, dua sudah bekerja, sedangkan dua lainnya masih mencari pekerjaan. Bantuan ini membuatnya terharu dan bersyukur.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Baznas. Saya tidak sanggup memperbaiki rumah, bahkan WC pun dulu anak yang bangun,” ucapnya.
Ketua Baznas Mempawah, Marzuki Kadri, mengatakan bahwa kondisi rumah Nurjamaliah masuk kategori darurat dan harus segera dibedah.
“Kami siapkan anggaran Rp15 juta untuk membangun rumah yang lebih aman dan nyaman. Ke depan, kami berharap bantuan ini bisa meningkat jadi Rp20 juta, seperti program di provinsi,” jelasnya.
Selain dari Baznas Kabupaten, upaya bantuan juga diajukan ke Baznas Provinsi Kalimantan Barat.
“Kalau tidak lolos di provinsi, kami tetap tangani di semester kedua melalui program Baznas Kabupaten. Program serupa juga berjalan di Sadaniang, Pak Bulu, Parit Lurah, dan wilayah lain di Mempawah,” tambah Marzuki.
Program perbaikan RTLH ini menjadi bukti nyata kepedulian Baznas Mempawah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera.
“Harapan kami, bantuan ini membawa manfaat besar bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan hunian layak,” pungkasnya. (*)
Editor : Hanif