Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wamen Tinjau Lokasi SMA Unggulan Garuda, Mempawah Berpotensi Jadi Pusat Pendidikan Kalbar

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Jumat, 12 September 2025 | 10:59 WIB
BANGUN: Wamen Stella saat meninjau lokasi lahan untuk pembangunan SMA Unggulan Garuda di Kabupaten Mempawah.
BANGUN: Wamen Stella saat meninjau lokasi lahan untuk pembangunan SMA Unggulan Garuda di Kabupaten Mempawah.

PONTIANAK POST—Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI, Stella Christie meninjau tiga lokasi pembangunan SMA Unggulan Garuda di Kabupaten Mempawah, Rabu (10/9) siang,

Ketiga lokasi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah tersebut yakni, Jalan Pangsuma, Desa Antibar (eks SPN) seluas 24 hektar, SMK Negeri 1 Mempawah Timur seluas 33 hektar, dan Komplek Pelabuhan Kuala Mempawah, Kelurahan Pasir Wan Salim seluas 28 hektar. Dalam peninjauan tersebut, Wamen Stella didampingi Sekda Pemprov Kalbar Harisson, Bupati Mempawah Erlina, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD Pemkab Mempawah dan pihak terkait lainnya.

Wamen Stella menilai sejumlah lahan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk mendukung program pembangunan SMA Unggulan Garuda memenuhi syarat dan kriteria yang diinginkan pemerintah pusat.

“Dari sisi administrasi, ketersediaan infrastruktur maupun luasan lahan sudah memenuhi kriteria untuk pembangunan SMA Unggulan Garuda. Struktur lahan juga ideal, rata, sehingga tidak memerlukan biaya besar untuk pengelolaannya,” ujar Stella.

Lokasi juga didukung dengan fasilitas yang mumpuni seperti ketersediaan air bersih, listrik, hingga infrastruktur penunjang lainnya. “Jika pembangunan SMA Unggulan Garuda terealisasi nantinya, maka Mempawah berpotensi menjadi pusat pendidikan unggul di Provinsi Kalimantan Barat,” tuturnya.

Stella menegaskan pembangunan SMA Unggulan Garuda tidak akan menghilangkan identitas lokal. Karena, dari total 24 hektar lahan yang disiapkan, hanya 2,1 hektar yang akan dipakai untuk sekolah. Sisanya dikelola bersama masyarakat untuk menjaga keberlanjutan potensi pertanian, seperti nanas, jahe dan lainnya. “Jadi, Sekolah Garuda ini harus menjadi bagian dari masyarakat, bukan menggusur potensi yang sudah ada,” tegasnya. (wah)

Editor : Hanif
#mempawah #pembangunan #kalbar #Stella Christie #Wamen Diktisaintek RI #sma unggulan garuda #tinjau #pusat pendidikan