Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Santri Mempawah Wakili Kalbar di Ajang MQKN 2025 di Sulsel

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Minggu, 5 Oktober 2025 | 15:38 WIB
PELEPASAN: Kepala Kemenag Mempawah, Ikhwan Pohan, saat melepas santri yang berlaga pada MQKN di Sulsel beberapa waktu lalu.
PELEPASAN: Kepala Kemenag Mempawah, Ikhwan Pohan, saat melepas santri yang berlaga pada MQKN di Sulsel beberapa waktu lalu.

PONTIANAK POST - Dua santri asal Kabupaten Mempawah mewakili Provinsi Kalimantan Barat pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) Tahun 2025 di Sulawesi Selatan.

Mereka adalah Muhammad Kholil yang bertanding pada Marhalah Ulya cabang Kitab Hadis-Ilmu Hadis, dan Maghfiraturrahmah yang berkompetisi pada Marhalah Ulya cabang Kitab Tafsir-Ilmu Tafsir.

Muhammad Kholil merupakan santri Pondok Pesantren Khairul Hikmah Desa Pasir, sementara Maghfiraturrahmah berasal dari Pondok Pesantren Babul Ulum Wajok pimpinan Kiai Asrori.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mempawah, Ikhwan Pohan, menyampaikan harapan agar keduanya dapat tampil maksimal dan membawa hasil terbaik bagi daerah.

“Kita semua berharap kedua santri dapat mengharumkan nama Kabupaten Mempawah. Lakukan persiapan dengan matang, tidak hanya dari sisi ilmu, tetapi juga kesiapan mental dan fisik,” ujar Ikhwan.

Ia berpesan agar para santri tampil percaya diri dan selalu berdoa memohon hasil terbaik. “Insya Allah, usaha yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang membanggakan,” katanya.

Menurut Ikhwan, keikutsertaan dalam MQKN bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari dakwah keilmuan Islam yang diwariskan para ulama melalui tradisi kitab kuning.

“Dengan mengikuti musabaqah ini, para santri tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga meneguhkan komitmen menjaga tradisi intelektual pesantren yang berakar kuat dalam peradaban Islam Nusantara,” ungkapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Hikmah, Kiai Sirajuddin, M.Pd., dan Pimpinan Pondok Pesantren Babul Ulum, Kiai Asrori, turut menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kesempatan yang diberikan kepada kedua santri tersebut.

Mereka berharap ajang MQKN menjadi pengalaman berharga yang dapat memotivasi santri lain untuk terus berprestasi.

“Mudah-mudahan keikutsertaan kedua santri ini menjadi inspirasi bagi generasi muda pesantren untuk terus mengasah diri, berkontribusi, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, serta negara,” pungkas keduanya. (wah)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#mempawah #sulsesl #kalbar #kitab kuning #MQKN