Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Peringatan Hari Santri 2025 di Mempawah: Dunia Digital Jadi Ladang Dakwah

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Jumat, 24 Oktober 2025 | 13:33 WIB

 

UPACARA: Para santri bertugas mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 di Pondok Pesantren Ar Rasyid.
UPACARA: Para santri bertugas mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 di Pondok Pesantren Ar Rasyid.

PONTIANAK POST — Peringatan Hari Santri tahun 2025 di Kabupaten Mempawah dipusatkan di Pondok Pesantren Ar Rasyid, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Rabu (22/10) pagi. Upacara dipimpin Asisten II Setda Pemkab Mempawah, Gusti Basrun dan diikuti sedikitnya seribu santri dan santriwati.
Dihadiri juga pejabat daerah seperti Kakan Kemenag Mempawah, Ikhwan Pohan, Kabag Kesra Mensprit, Rahmanudin Wiyono, Ketua PCNU Mempawah, Mahmud Jayadi, Pimpinan Ponpes Ar Rasyid, Ustaz A Hamid beserta para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Gusti Basrun menjelaskan, Hari Santri tahun 2025 mengangkat tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’. Menurut dia, tema tersebut sangat tepat karena mencerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan.

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam menghadapi perubahan  zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru menjadi pembawa nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin dalam membangun peradaban dunia yang adil, damai dan berkeadaban,” kata Gusti Basrun.

Gusti Basrun menuturkan masyarakat pesantren patut bersyukur. Karena, Pemerintah Indonesia telah memberikan perhatian penuh terhadap pesantren. Sejak disahkannya UU nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren, maka negara telah menegaskan pengakuan dan penghargaan kepada pesantren sebagai lembaga yang khas di Indonesia.

“Bahkan, Pemerintah Indonesia juga menerbitkan Perpres nomor 82 tahun 2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren yang didalamnya diatur tentang dana abadi pesantren. Bahkan, diberbagai daerah telah diterbitkan Perda Pesantren sebagai dukungan penyelenggaraan pesantren dilingkungan masyarakat lokal,” tuturnya.

Diharapkan peringatan Hari Santri 2025 menjadi momentum kebangkitan Santri di Indonesia, khususnya di Kabupaten Mempawah. Santri saat ini tidak hanya mahir menguasai kitab kuning, melainkan harus menguasai teknologi, sains dan bahasa dunia, serta menguasai dunia digital untuk dijadikan ladang dakwah bagi para santri. (wah)

Editor : Hanif
#Hari Santri 2025 #mempawah #teknologi digital #dakwah #santri #dunia digital