PONTIANAK POST — Polres Mempawah menggelar apel kesiapan bencana untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi, Selasa (4/11) pagi, di halaman Mapolres Mempawah. Beberapa potensi bencana di kabupaten tersebut diantaranya banjir, tanah longsor, angin kencang dan gelombang tinggi.
“Apel ini bentuk kesiapan Polri bersama TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu cuaca ekstrim seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan gelombang tinggi,” ujar Waka Polres Mempawah, Kompol Antonius Trias Kuncorojati membacakan amanat Kapolres Mempawah, AKBP Jonathan David saat memimpin apel yang juga dihadiri Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, perwira Polres Mempawah beserta jajaran, Kodim 1201/MPh, Yon Marhanlan XII Mempawah, BPBD Mempawah, Sat Pol PP, BMKG dan pihak terkait lainnya.
Antonius menegaskan apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan, wujud komitmen dan tanggung jawab bersama untuk memastikan seluruh pihak siap siaga, cepat tanggap dan terkoordinir dengan baik dalam menghadapi potensi bencana.
“Pada 1 November 2025, BMKG mengungkapkan 43,8 persen wilayah di Indonesia temasuk Provinsi Kalbar memasuki musim hujan. Dan fase puncak hujan diperkirakan pada November hingga Februari 2026 nanti,” ungkapnya.
Antonius menjelaskan, bencana hidrometeorologi merupakan bencana alam yang diakibatkan pengaruh dinamika atmosfer dan hidrosfer seperti curah hujan tinggi, badai, angin kencang, dan perubahan suhu ekstrem. Secara geografis, wilayah Kabupaten Mempawah memiliki karakter yang rentan terhadap potensi bencana hidrometeorologi khususnya daerah pesisir, bantaran sungai dan perbukitan.
“Lakukan pemetaan daerah rawan bencana dan aktifkan kembali posko siaga bencana serta jaliur evakuasi. Kemudian, pekuat koordinasi lintas sektor dan siapkan peralatan, sarana prasarana, kendaraan taktis, alat komunikasi dan perlengkapan evakuasi,” pesan kepada seluruh personil. (wah)
Editor : Hanif