PONTIANAK POST – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah Darwis Harafat, menekankan bahwa santri dan pesantren memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi muda yang religius, berdaya saing, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Darwis menyebut santri saat ini tidak hanya berfokus pada pendalaman ilmu agama, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menjaga nilai-nilai moral di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan arus globalisasi.
“Santri kini hadir sebagai generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan modern tanpa melepaskan akhlak serta nilai-nilai keislaman,” ujar Darwis Harafat.
Ia menjelaskan, peran santri meluas ke berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan, sosial, hingga teknologi, dengan tetap membawa karakter religius dan kecintaan terhadap bangsa.
“Santri adalah benteng moral bangsa. Selain belajar agama, mereka menanamkan etika dan tanggung jawab sosial,” tambahnya.
Darwis menilai, nilai kejujuran, kesederhanaan, dan disiplin yang menjadi ciri khas kehidupan santri merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang beradab.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti prestasi para santri Mempawah yang telah berkali-kali mengharumkan daerah melalui berbagai kompetisi keagamaan.
“Santri Mempawah sudah membuktikan kualitasnya. Kontingen kita berhasil meraih juara umum tujuh kali berturut-turut pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Ini pencapaian luar biasa yang patut dibanggakan,” ungkapnya.
Prestasi tersebut, lanjut Darwis, menunjukkan bahwa santri bukan hanya kuat dalam pendalaman agama, tetapi juga unggul dalam ajang kompetisi tingkat daerah maupun provinsi.
Darwis berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat semakin diperkuat agar pembinaan generasi muda berbasis nilai keagamaan dapat berjalan lebih optimal.
“Sudah waktunya kita bersama mendukung peran pesantren dalam melahirkan generasi unggul—berilmu, beriman, dan berakhlak mulia,” tutup Darwis Harafat. (wah)
Editor : Hanif