PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Mempawah menegaskan bahwa proyek yang saat ini berjalan merupakan pembangunan pendopo sebagai fasilitas publik.
Penjelasan tersebut disampaikan Bupati Mempawah Erlina untuk meluruskan informasi yang mengaitkan proyek tersebut dengan renovasi rumah dinas bupati.
Erlina menuturkan, pendopo yang tengah disiapkan nantinya dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pertemuan, pelatihan, hingga kegiatan seni dan budaya.
“Pendopo ini memang kami bangun untuk kebutuhan masyarakat. Jadi bukan renovasi rumah dinas seperti yang diberitakan,” ujar Erlina.
Ia mengungkapkan, rencana pembangunan pendopo telah disusun sejak tiga tahun lalu. Namun, pandemi COVID-19 membuat anggaran dialihkan untuk penanganan kesehatan serta pemulihan dampaknya. Pada tahun ini, proyek tersebut kembali dijalankan dengan alokasi anggaran sekitar Rp15 miliar, lebih rendah dari angka Rp22 miliar yang sempat beredar.
Bangunan pendopo akan berdiri di area eks Gedung DPRD Mempawah, lokasi yang selama ini tidak termanfaatkan dan dinilai mengurangi estetika kota. Pemerintah berharap kawasan tersebut dapat menjadi ikon baru dan menghadirkan ruang publik yang lebih memadai di pusat kota.
“Lokasinya sangat strategis. Kami ingin tempat ini benar-benar hidup sebagai ruang berkumpul masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Erlina menjelaskan bahwa rumah dinas bupati saat ini telah berusia sekitar setengah abad dan mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir besar pada awal 2025.
Meski sudah layak direnovasi, pemerintah memilih menunda perbaikan karena memprioritaskan pembangunan yang manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Setiap kebijakan pembangunan dijalankan dengan kajian menyeluruh dan prinsip transparansi. Kami mengajak masyarakat mendukung percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi di Kabupaten Mempawah," pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif