PONTIANAK POST — Widianto (44) ditemukan meninggal dunia dalam kamar di Sekretariat Yayasan Tri Dharma Bhakti, RT 05 RW 01, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Selasa (9/12) sore. Penemuan mayat tersebut sempat menggegerkan pengurus yayasan dan warga setempat.
Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi, menyatakan pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi pun langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Menurut Setyadi, seorang saksi Hermanto mencoba membangunkan Widianto yang sedang beristirahat di kamar lantai atas sekira pukul 15.00. Namun, setelah dipanggil berkali-kali, tidak merespons.
“Saksi kemudian naik ke kamar korban dan mengetuk pintu, tetapi tetap tidak ada jawaban. Setelah mencoba melihat melalui kaca, saksi melihat korban sudah terbaring kaku,” jelas Setyadi.
Hermanto pun meminta bantuan temannya untuk membuka pintu secara paksa. Begitu pintu terbuka, korban ditemukan meninggal. Pihak yayasan kemudian menghubungi Polsek Sungai Pinyuh.
Sepupu Widianto, Frenky menjelaskan bahwa Widianto sejak lama mengidap penyakit stroke dan rutin mengonsumsi obat-obatan. “Pihak yayasan juga menyampaikan bahwa korban memang tinggal sementara di sekretariat dan sehari-hari membantu aktivitas yayasan,” ungkap Setyadi.
Dia menambahkan setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengidentifikasi korban, mengumpulkan keterangan saksi, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Keluarga pun menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada Yayasan Song Ngie Sia Sungai Pinyuh untuk proses pemulasaraan dan pengurusan selanjutnya. (wah)
Editor : Hanif