PONTIANAK POST — Sepanjang Januari-Desember (11 Desember) 2025, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) mencatat 221 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari jumlah itu, satu pasien DBD dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Mempawah, Harun Arrasyid, menjelaskan, sebanyak 221 kasus DBD itu tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Mempawah.
“Berdasarkan data yang kami himpun dari Puskesmas se-Kabupaten Mempawah dan RSUD dr Rubini Mempawah sejak Januari sampai 11 Desember 2025, terdapat 221 kasus DBD. Satu kasus meninggal dunia,” ungkap Harun, Jumat (11/12).
Sebaran 221 kasus DBD tersebut, yakni Puskesmas Mempawah sebanyak 55 kasus, Puskesmas Anjongan 33 kasus, Puskesmas Sungai Pinyuh 23 kasus dan Puskesmas Segedong 19 kasus. Puskesmas Antibar 16 kasus, Puskesmas Toho 14 kasus, Puskesmas Takong 14 kasus, Puskesmas Sungai Kunyit 12 kasus, Puskesmas Segedong 9 kasus, Puskesmas Sungai Purun Kecil 8 kasus, Puskesmas Wajok 6 kasus, Puskesmas Semudun 5 kasus, Puskesmas Jongkat 4 kasus, dan Puskesmas Sungai Bakau Kecil 3 kasus.
Harun menyatakan pihaknya juga mencatat siklus perkembangan kasus DBD berdasarkan bulan sepanjang tahun 2025. Mulai dari Januari hingga Desember. Sepanjang Januari ada delapan kasus, Februari empat kasus, Maret tiga kasus, April empat kasus, Mei (10 kasus), Juni lima kasus, Juli 12 kasus, Agustus 14 kasus, September 34 kasus, Oktober 61 kasus, November 61 kasus, Desember lima kasus (per 11 Desember).
Terkait satu kasus meninggal dunia, Harun menyebut pihaknya masih melakukan penelitian. Sebab, imbuh dia, korban meninggal juga terdeteksi memiliki riwayat penyakit lain.
“Jadi, kami belum bisa memastikan apakah korban meninggal karena DBD atau komorbid,” katanya.
Dia menghimbau seluruh masyarakat agar melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M plus. Kemudian, menjaga higiene dan sanitasi kebersihan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Tujuannya agar tidak terjadi perkembangan biakan sarang nyamuk DBD.
“Kami juga menghimbau masyarakat agar segera berobat dan memeriksakan diri ke pusat-pusat pelayanan kesehatan di lingkungannya jika ditemukan adanya anggota keluarga yang mengalami sakit dengan gejala DBD,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif