PONTIANAK POST – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,6 mengguncang wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Rabu malam (17/12) sekitar pukul 20.07 WIB. Getaran gempa sempat dirasakan warga di sejumlah wilayah dan memicu kekhawatiran masyarakat.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 0,29° Lintang Utara dan 109,14° Bujur Timur, atau sekitar 21 kilometer tenggara Mempawah. Gempa terjadi di darat dengan kedalaman 10 kilometer.
“Kempa bumi ini merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Adang,” jelas Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, M.Si, dalam keterangan resminya, Kamis (18/12).
BMKG mencatat gempa dirasakan dengan intensitas II–III MMI di wilayah Mempawah. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan yang digantung bergoyang, serta terasa seperti ada kendaraan berat melintas.
“Hingga pagi ini pukul 08.59 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” tambah Rasmid.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan rumah masing-masing sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi,” pungkas Rasmid.
Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan kerusakan rumah warga akibat getaran dan suara kencang di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak berkaitan langsung dengan peristiwa gempa.
Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan serta klarifikasi terhadap informasi yang berkembang di masyarakat.
“Memang benar ada warga yang merasakan getaran dan suara kencang dengan durasi sekitar 10 detik. Namun, untuk video rumah retak yang beredar di media sosial, itu bukan akibat kejadian tersebut,” tegas AKP Setyadi.
Ia menjelaskan, retakan pada rumah yang dimaksud disebabkan oleh aktivitas pembangunan rumah baru yang berada tepat di sebelah bangunan tersebut. Pemilik rumah diketahui bernama Misnati, warga Desa Peniraman.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan, di antaranya Bambang, warga RT 11 Desa Peniraman, yang mengaku merasakan getaran dari dalam rumahnya, serta Kepala Desa Peniraman, Asroki, yang menyebut getaran berlangsung sekitar 10 detik.
“Situasi kamtibmas di Desa Peniraman hingga saat ini aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa,” jelas Kapolsek. (wah)
Editor : Miftahul Khair