PONTIANAK POST - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjamin asupan sehat bagi pelajar justru menuai sorotan. Sejumlah orang tua murid SMP Negeri 1 Mempawah Hilir memprotes kualitas menu MBG setelah ditemukan roti berjamur dan buah yang diduga sudah tidak segar, Senin (29/12). Temuan tersebut cepat menyebar di media sosial dan memantik reaksi keras warganet.
Dalam unggahan yang beredar, akun yang diduga milik wali murid meluapkan kekecewaan terhadap pengelola dapur MBG yang dinilai lalai dan kurang cermat menyiapkan makanan bagi siswa. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah, El Zuratnam, mengakui telah mengetahui informasi tersebut, meski hingga kini belum menerima laporan resmi dari pihak sekolah.
“Saya memang belum menerima laporan resmi dari sekolah, tetapi informasi itu sudah saya ketahui dari media sosial, terkait dugaan adanya makanan yang tidak higienis, khususnya roti berjamur dan buah yang tidak segar,” ujar El Zuratnam saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/12).
Ia menjelaskan, keluhan berasal dari orang tua murid yang kecewa dengan kualitas menu MBG di SMP Negeri 1 Mempawah Hilir. Namun, El Zuratnam memastikan makanan tersebut belum sempat dikonsumsi siswa. “Alhamdulillah, anak-anak belum memakannya karena masih dalam masa libur sekolah. Makanan itu lebih dulu diperiksa oleh orang tua murid, sehingga diketahui tidak layak konsumsi,” katanya.
El Zuratnam menegaskan pihaknya telah berulang kali mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun pengelola dapur MBG agar lebih selektif dan berhati-hati sebelum menyalurkan makanan ke sekolah. “Saya sudah berkali-kali mengimbau agar pengelola dapur MBG benar-benar selektif. Setiap menu harus melalui pengecekan ketat sebelum didistribusikan,” tegasnya.
Ia juga meminta pihak sekolah tidak pasif dan ikut melakukan pengecekan awal terhadap menu MBG sebelum diberikan kepada peserta didik. Menurutnya, pengawasan bersama mutlak diperlukan demi menjamin keamanan pangan anak-anak.
El Zuratnam berharap insiden tersebut menjadi evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang, serta pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Mempawah ke depan berjalan lebih baik di semua jenjang pendidikan. “Kami berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi, baik di TK, SD, SMP, maupun SMA di Kabupaten Mempawah,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif