Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

DPRD Mempawah Minta Pengawasan Dapur MBG Diperketat Usai Temuan Roti Berjamur di SMPN 1

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Senin, 5 Januari 2026 | 14:26 WIB
M Suhadi Ketua FPG DPRD Mempawah
M Suhadi Ketua FPG DPRD Mempawah

PONTIANAK POST– Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Mempawah M Suhadi, meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul ditemukannya menu yang diduga tidak layak konsumsi di SMP Negeri 1 Mempawah Hilir.

Temuan tersebut mencuat setelah menu MBG yang diterima sekolah pada Senin (29/12) lalu, diketahui berupa roti yang diduga berjamur serta buah dalam kondisi tidak segar. Menurut Suhadi, kondisi itu mencerminkan lemahnya pengawasan dalam proses penyediaan dan pendistribusian makanan kepada peserta didik.

“Ini tentu sangat kami sayangkan. Program sebaik MBG seharusnya dijalankan dengan pengawasan ketat, terutama pada tahap penyortiran sebelum makanan dikirim ke sekolah,” kata Suhadi.

Politisi yang akrab disapa Ateng tersebut menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi siswa. Namun demikian, tujuan mulia itu bisa menjadi masalah serius apabila pengelola dapur tidak menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal.

 Baca Juga: 66 Personel Polres Kapuas Hulu Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Tanggung Jawab dan Keteladanan

“Kami mendukung penuh MBG, tetapi kualitas makanan tidak boleh diabaikan. Jangan sampai kelalaian justru membahayakan kesehatan anak-anak,” tegasnya.

Suhadi juga mengungkapkan rasa syukur karena makanan tersebut belum sempat dikonsumsi siswa. Pasalnya, saat itu sekolah masih dalam masa libur dan menu MBG diambil oleh orang tua murid, sehingga kondisi makanan dapat diketahui lebih awal.

“Alhamdulillah belum dikonsumsi anak-anak. Karena masih libur, orang tua yang mengambil dan langsung mengetahui kualitas makanannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi Golkar DPRD Mempawah itu menekankan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya keberadaan ahli gizi di setiap dapur MBG. Menurutnya, ahli gizi seharusnya memastikan menu yang disiapkan benar-benar layak dan memenuhi standar gizi.

“Ahli gizi sudah disiapkan di setiap dapur. Ini harus menjadi filter utama. Jangan hanya mengejar target distribusi, tapi kualitasnya diabaikan,” katanya.

Selain evaluasi internal, Suhadi juga mendorong agar dilakukan inspeksi dan penyelidikan oleh pihak terkait terhadap dapur penyedia MBG yang bersangkutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh prosedur operasional dijalankan sesuai ketentuan.

Ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola dapur MBG di Kabupaten Mempawah, sehingga program tersebut benar-benar memberikan manfaat yang aman dan optimal bagi peserta didik.

“Perlu inspeksi dan penelusuran agar kejadian seperti ini tidak terulang. Kepercayaan publik terhadap program MBG harus dijaga,” pungkasnya. (wah)

Editor : Hanif
#mempawah #Mbg #sekolah #Ketua Fraksi Partai Golkar #dprd