PONTIANAK POST —Memasuki pekan pertama Januari tahun 2026, harga jual sejumlah komoditi di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah terpantau masih tinggi. Komoditi seperti cabai harganya cukup melambung dibandingkan normal. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) mengoptimalkan pengawasan aktivitas pasar.
Kepala Bidang Perdagangan, Hendri Kurniawan tak menampik kenaikan harga jual sejumlah komoditi di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah pada pekan pertama di bulan Januari 2026 ini.
“Memang ada beberapa komoditi yang harga jualnya masih tinggi. Salah satunya komoditi cabai seperti cabai merah besar semula Rp 65 ribu menjadi Rp 70 ribu, cabai merah keriting dari Rp 60 ribu menjadi Rp 65 ribu, serta cabai rawit dari Rp 70 ribu menjadi Rp 80 ribu,” ungkap Hendri, Kamis (8/1) di Mempawah.
Hendri mengungkapkan, salah satunya disebabkan, momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang memicu tingginya permintaan pasar terhadap komoditi tersebut.
“Selain momentum nataru, kenaikan juga dipicu faktor cuaca yang menyebabkan pasokan cabe ke pasar tersendat sementara permintaan terus meningkat,” terangnya.
Selain komoditi cabai, lanjut Hendri, pihaknya juga memantau kenaikan harga pada komoditi lain seperti, daging ayam dari Rp 36 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram. Kenaikan dipicu permintaan pasar terhadap daging ayam terus meningkat.
“Kami juga memantau kenaikan komoditi telur ayam semula Rp 33 ribu menjadi Rp 34 ribu. Untuk telur ayam ini, salah satu faktornya adalah meningkatnya permintaan dapur program MBG di Mempawah dan sekitarnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hendri menyampaikan, kenaikan harga jual juga terpantau pada komoditi bawang merah dari Rp 33 ribu naik menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Padahal, sambung dia, harga bawang merah sempat turun pada Desember lalu di harga Rp 33 ribu.
“Menyikapi kenaikan harga komoditi ini, kita sudah melakukan langkah-langkah konkrit. Seperti, melakukan koordinasi dengan pedagang maupun distributor untuk memastikan suplai barang tetap aman dan terjaga sehingga tidak terjadi kelangkaan di pasar,” pungkasnya.(wah)
Editor : Hanif