Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Peringatan Hardesnas 2026 di Mempawah, Bupati Erlina Dorong Desa Lebih Mandiri dan Produktif

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:12 WIB

 

Pimpin: Bupati Erlina saat memimpin apel Hardesnas 2026.
Pimpin: Bupati Erlina saat memimpin apel Hardesnas 2026.

PONTIANAK POST — Bupati Mempawah Erlina memimpin apel peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) Tahun 2026 di Terminal Kijing, Pelabuhan Pontianak, Kecamatan Sungai Kunyit, Kamis (15/1). Pemilihan lokasi upacara ini sarat makna simbolis, mengingat pelabuhan tersebut diproyeksikan sebagai gerbang ekonomi masa depan Kalimantan Barat dan berada di wilayah Kabupaten Mempawah.

“Saya ingin kemajuan infrastruktur yang begitu pesat ini berbanding lurus dengan kemandirian desa-desa di Kabupaten Mempawah,” ujarnya.

Upacara Kepala Desa dan BPD se-Kabupaten Mempawah, dan turut dihadiri Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi, Sekretaris Daerah (Sekda) Ismail, para Kepala OPD, Staf Ahli, Asisten, serta Perwakilan PT Pelindo dan PT BAI. Menurut Herlina, peringatan Hardesnas bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting untuk memberikan penghormatan dan pengakuan negara terhadap peran strategis desa sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Dia menekankan agar desa-desa penyangga tidak hanya menjadi penonton dari geliat ekonomi pelabuhan.

“Kita tidak ingin ekonomi desa jalan di tempat. Mari hidupkan Bumdes, jangan hanya terpaku pada proyek fisik dari dana desa. Mulailah berpikir bisnis dengan menjadikan Bumdes sebagai mitra strategis pelabuhan dan desa sebagai bagian dari rantai pasok industri di kawasan ini,” tegasnya.

Erlina juga menyoroti sejumlah program prioritas nasional yang perlu mendapat dukungan penuh dari desa, diantaranya penguatan koperasi desa (kopdes), pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), serta penguatan ketahanan pangan desa.

“Perlu kolaborasi yang kuat antara pemerintah kabupaten, sektor swasta seperti PT Pelindo dan PT BAI, serta seluruh elemen masyarakat desa,” tuturnya.

Erlina juga mengakui adanya tantangan yang dihadapi desa seiring dengan penyesuaian regulasi pusat terkait kebijakan dana desa. Meski demikian, ia mengajak seluruh pihak untuk menyikapinya secara bijak dan optimistis. “Mari kita pandang ini sebagai fase transisi menuju kemandirian ekonomi desa yang lebih kokoh. Saya berharap para kepala OPD dan camat terus memberikan pembinaan dan pengawasan yang intensif. Jadikan desa sebagai mitra kerja, bukan sekadar objek pembangunan,” pungkasnya.(wah)

Editor : Hanif
#bumdes #terminal kijing #Hardesnas #BUPATI MEMPAWAH #desa mandiri #Erlina