PONTIANAK POST – Dalam beberapa hari belakangan ini, setidaknya ada tiga kasus kebakaran lahan di Kabupaten Mempawah. Situasi itu menjadi alarm peringatan ancaman terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih masif di wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah mengungkapkan sejak Jumat (16/1), pihaknya mendeteksi terjadinya kebakaran lahan di RT 12/RW 06, Dusun Tekam, Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur.
“Luas lahan yang terbakar kurang lebih satu hektare di wilayah Dusun Tekam, Desa Pasir Palembang,” jelas Kepala Bidang Damkar, Desvan, Minggu (18/1).
Lanjut dia, pada Sabtu (17/1), pihaknya mendapatkan dua laporan kebakaran lahan. Pertama, kebakaran lahan kosong di Dusun Karya Bakti RT 02/RW 02, Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat.
“Bermula dari aktivitas warga membersihkan lahan, lalu rumput sisa tebasan dibakar. Faktor panas dan angin kencang menyebabkan api menjalar dan membakar lahan kosong di sekitarnya. Termasuk pula sebuah gudang ikut terbakar,” ungkapnya.
Masih disampaikan Desvan, pihaknya juga memperoleh informasi terjadinya kebakaran lahan di Rt 04/RW 02, Dusun Parit Kurus, Desa Sungai Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh.
“Kebakaran lahan di Dusun Parit Kurus ini bermula dari aktivitas membakar lahan kosong milik warga bernama Zuriah pada Kamis (15/1). Awalnya, api membakar rumput kering. Namun, faktor angin kencang menyebabkan api meluas ke lahan-lahan kosong di sekitarnya,” urai Desvan.
Akibatnya, masih disampaikan Desvan, kebakaran lahan di Dusun Parit Kurus terus membesar dan meluas hingga Sabtu (17/1). Pihaknya memperkirakan lebih dari satu hektare lahan telah terbakar.
“Kondisi tanah gambut sehingga api dengan cepat meluas ke lahan-lahan di sekitarnya. Kami akan berupaya melakukan penanganan dan penanggulangan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif