PONTIANAK POST — Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, menyoroti meningkatnya kasus kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Ia menilai kondisi tersebut sebagai sinyal awal ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu diantisipasi secara serius, terutama menjelang musim panas.
Safruddin prihatin atas terjadinya tiga peristiwa kebakaran lahan di beberapa kecamatan, di antaranya Mempawah Timur, Jongkat, dan Sungai Pinyuh. Menurutnya, kejadian itu tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan dampak luas, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun perekonomian daerah.
Ia menegaskan bahwa aktivitas pembakaran lahan oleh sebagian warga masih menjadi pemicu utama kebakaran yang sulit dikendalikan, terlebih pada kawasan dengan karakteristik lahan gambut.
“Masih ada warga yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Ini sangat berisiko, apalagi di kondisi cuaca panas dan angin kencang,” ujar Safruddin, Minggu (18/1/2026).
Safruddin menjelaskan, lahan gambut yang banyak terdapat di Kabupaten Mempawah memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran. Api yang muncul di permukaan dapat dengan cepat merambat ke dalam tanah dan sulit dipadamkan.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan membakar lahan dan mulai menerapkan metode pengelolaan lahan yang lebih aman serta ramah lingkungan sebagai langkah pencegahan karhutla.
Selain peran masyarakat, Safruddin juga mendorong pemerintah daerah melalui BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta aparat desa agar lebih intensif melakukan sosialisasi dan edukasi, khususnya di wilayah yang rawan kebakaran. Pengawasan lapangan, menurutnya, juga perlu diperketat.
Ia berharap adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menekan potensi kebakaran sejak dini, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang.
“DPRD siap mendukung upaya pencegahan karhutla, baik melalui kebijakan maupun penguatan koordinasi lintas sektor, demi menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Safruddin. (wah)
Editor : Hanif