Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kabupaten Mempawah Resmi Jadi Tuan Rumah Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:34 WIB

 

AUDIENSI: Wabup Juli Suryadi saat menerima audiensi Balai Bahasa Provinsi Kalbar.
AUDIENSI: Wabup Juli Suryadi saat menerima audiensi Balai Bahasa Provinsi Kalbar.

PONTIANAK POST — Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Kegiatan ini sebagai upaya penyelamatan kekayaan intelektual lokal melalui program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD).

Kedatangan Tim Balai Bahasa diterima Wakil Bupati, Juli Suryadi Burdadi, Kamis lalu (29/1), di ruang kerjanya. Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Uniwati menjelaskan audiensi yang dilaksanakan jajarannya merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam program RBD.

“Tujuan kedatangan kami ini untuk menyelaraskan program Balai Bahasa dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam pelindungan bahasa dan sastra daerah,” jelasnya.

Uniwati mengungkapkan dipilihnya Kabupaten Mempawah sebagai salah satu daerah referensi dalam program RBD di Provinsi Kaliamntan Barat melihat dari latar belakang adat budaya dan sosial masyarakatnya.

“Alasan kami ke Mempawah, karena Kabupaten Mempawah memiliki akar budaya Melayu yang kuat serta keberagaman etnis lainnya, revitalisasi bahasa daerah menjadi sangat mendesak agar tidak punah, terutama di kalangan generasi muda,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Uniwati menyampaikan rencana persiapan dan langkah teknis pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang rencananya akan diselenggarakan di tahun 2026 ini.

“FTBI tersebut akan kita laksanakan di Mempawah. Kegiatan ini akan menyasar para siswa jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sebagai upaya menumbuhkan kebanggaan dalam menggunakan bahasa daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjabarkan, FTBI akan diisi kegiatan lomba seperti mendongeng, berpidato, serta menulis cerita pendek dan puisi dalam bahasa daerah.

“Bahasa daerah merupakan warisan yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung nilai moral dan identitas bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Wabup Juli Suryadi mengapresiasi inisiatif kolaborasi program revitalisasi bahasa daerah melalui FTBI tahun 2026 di Kabupaten Mempawah.

“Jangan biarkan bahasa ibu kita luntur tergerus zaman. Banggalah menggunakan dialek dan bahasa asal kita, karena itulah keunikan yang membedakan kita,” kata Juli.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Mempawah siap bersinergi dan mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, baik untuk meningkatkan wawasan guru maupun peserta didik melalui kegiatan FTBI.

“Pada prinsipnya, Pemerintah Kabupaten Mempawah siap melaksanakan kegiatan ini dan berkolaborasi dengan Balai Bahasa dalam program-program yang telah disusun dan direncanakan,” pungkasnya. (wah)

Editor : Hanif
#Tuan Rumah #Kabupaten Mempawah #FTBI 2026 #revitalisasi #kalimantan barat #bahasa daerah