PONTIANAK POST – Bulan suci Ramadan tak menjadi halangan bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Seorang pengusaha jamu di Kota Mempawah nyaris menjadi korban penipuan. Modusnya, pelaku berpura-pura menjual kendaraan hasil lelang di Kantor Kejaksaan dengan harga murah.
Suami korban, Sudianto Nursasi mengungkapkan, peristiwa itu bermula ketika istrinya menerima chat whatsapp dari pelaku dengan mencatut nama dan foto orang yang dikenal oleh korban.
“Pelaku ini mencatut akun whatsapp orang yang kita kenal untuk meyakinkan korban. Lalu, pelaku menawarkan kerja sama untuk membeli kendaraan hasil lelang di Kantor Kejaksaan dengan harga murah,” jelas Sudianto, Sabtu (21/2), di Mempawah.
Saat itu, lanjut Sudianto, kendaraan yang ditawarkan pelaku berupa satu unit mobil dan sepeda motor dengan harga relatif lebih murah dibandingkan harga pasar. Untuk meyakinkan korbannya, sambung Sudianto, pelaku mengirimkan video yang menarikan dirinya sedang mengikuti proses lelang kendaraan di Kantor Kejaksaan.
Baca Juga: DPRD Mempawah Dukung Percepatan Sertifikasi Aset Tanah, Pastikan Perlindungan Hukum Jangka Panjang
“Selain mengirimkan video, pelaku juga mengirimkan foto-foto unit mobil dan motor yang akan dilelang. Pelaku mengaku akan mengurus semua proses administrasinya,” tutur dia.
Kemudian, masih disampaikan Sudianto, setelah beberapa waktu pelaku mengaku proses administrasi sudah tuntas dan disepakati harga jual kendaraan. Lalu, pelaku meminta korban mentransfer sejumlah uang agar kendaraan hasil lelang bisa dikirim ke rumah.
“Untungnya kita tidak mudah terkecoh. Kita konfirmasi langsung ke orang yang nama dan foto akun whatsapp nya dicatut. Dan ternyata yang bersangkutan mengatakan sudah ada empat orang yang melaporkan kasus pencatutan tersebut,” papar Sudianto.
Terkait penipuan tersebut, Sudianto menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan modus penipuan yang dilancarkan para pelaku. Sudianto juga minta agar pihak Kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penipuan online tersebut.
“Kita berharap pihak kepolisian dapat bergerak mengungkap pelaku penipuan ini. Jangan sampai ada masyarakat Mempawah yang menjadi korban penipuan seperti yang dialami istri saya,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif