PONTIANAK POST– Sebanyak 100 siswa peserta Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) mengikuti tes psikologi yang digelar Kodim 1201/Mempawah di SMKN 1 Mempawah Hilir, Rabu (25/2). Kegiatan ini menjadi tahapan akhir dalam rangkaian pembinaan KKRI tahun ini.
Psikotes tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan intelektual, karakter, serta kesiapan mental para peserta sebagai calon kader muda. Pelaksanaan tes berlangsung tertib dan penuh semangat, dengan pengawasan langsung dari tim penguji Kodim guna memastikan proses berjalan secara objektif dan profesional.
Komandan Kodim 1201/Mempawah, Ali Isnaini, menegaskan bahwa pembinaan KKRI tidak hanya berorientasi pada fisik dan kedisiplinan, tetapi juga pada pembentukan mental serta jiwa kepemimpinan.
“Psikotes ini menjadi instrumen penting untuk melihat sejauh mana potensi intelektual dan kematangan karakter para peserta. Kami ingin memastikan bahwa kader KKRI memiliki kesiapan menyeluruh, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.
Ia menambahkan, generasi muda yang dibina melalui KKRI diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “KKRI bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Ini merupakan wadah pembentukan karakter. Kami ingin melahirkan generasi yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki mental kepemimpinan yang kuat,” tegasnya.
Menurutnya, hasil psikotes nantinya akan menjadi acuan dalam pembinaan lanjutan sekaligus bahan pertimbangan dalam seleksi akhir kader. Adapun materi tes meliputi aritmatika, logika penalaran, serta tes kepribadian seperti Wartegg dan tes gambar pohon untuk menggali karakter serta potensi masing-masing peserta.
Melalui tahapan ini, Kodim 1201/Mempawah berkomitmen mencetak generasi muda yang siap menjadi penerus bangsa. “Hasil evaluasi ini akan kami gunakan sebagai dasar pembinaan jangka panjang. Harapannya, dari proses ini lahir pemimpin-pemimpin muda yang unggul dan berintegritas,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif