PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama Kementerian Hukum Republik Indonesia Kanwil Kalimantan Barat melakukan perlindungan potensi indikasi geografis dan penguatan merek kolektif Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Wakil Bupati Juli Suryadi Burdadi menegaskan Kabupaten Mempawah memiliki kekayaan sumber daya alam, produk olahan, dan kearifan lokal yang potensial menjadi produk unggulan daerah.
“Indikasi geografis merupakan instrumen strategis untuk melindungi produk khas yang memiliki karakteristik khusus akibat faktor lingkungan geografis, sehingga memiliki kepastian hukum, nilai tambah, dan daya saing lebih tinggi,” kata Juli di Kantor Bappeda Mempawah, belum lama ini.
Menurut Juli, perlindungan itu sangat penting agar produk khas daerah Kabupaten Mempawah nantinya tidak diklaim oleh pihak-pihak lain. Dengan begitu, dia berharap produk lokal Mempawah berdiri kuat dengan identitasnya sendiri.
“Disamping itu, penguatan merek kolektif KDMP dinilai krusial dalam membangun identitas bersama koperasi desa. Merek kolektif bukan sekadar nama atau logo, tetapi simbol kualitas, standar produksi, dan komitmen menjaga mutu,” jelasnya.
Juli berpandangan dengan jumlah koperasi desa yang terus berkembang, Kabupaten Mempawah memiliki kekuatan kolektif besar untuk membangun branding daerah secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Maka, pendaftaran kekayaan intelektual ini merupakan investasi jangka panjang guna meningkatkan nilai jual, memperluas akses pasar, serta mendorong kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat desa,” tuturnya.
Juli menyatakan Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen mempercepat identifikasi potensi indikasi geografis dan memfasilitasi pendaftaran merek kolektif KDMP. Diharapkan, koperasi desa tak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi juga pusat produksi, distribusi, dan branding produk unggulan desa.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret, termasuk roadmap pendaftaran indikasi geografis dan daftar prioritas merek kolektif yang siap difasilitasi,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif