PONTIANAK POST - Ramadan membawa keberkahan bagi semua orang. Tak sekadar menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan amal dan ibadah, melainkan juga membuka pintu rezeki bagi semua orang.
Termasuk mereka yang bekerja sebagai ojek online (ojol), berusaha meraup cuan sebanyak-banyaknya saat berpuasa di tengah terik matahari.
Saat Ramadan para pengendara ojol berjuang keras melawan 'teriknya' panas di bulan Ramadan untuk meraup keberkahan dan rezeki. Sejak pagi hari, ojol di Kota Mempawah sudah bersiap melaksanakan aktivitas dan rutinitasnya.
Saban hari, mereka menyediakan jasa layanan bagi konsumennya. Mulai dari mengantar anak ke sekolah, berbelanja bahan sembako, hingga berburu takjil di pasar juadah.
Mulyadi, driver ojol Laju Delivery di Kota Mempawah menyediakan jasa layanan bagi masyarakat yang memerlukan. Mereka membuka layanan hingga malam hari. Berbagai kebutuhan dan keperluan masyarakat Kota Mempawah akan mereka layani.
Sejak hari pertama Ramadan 1447 H, Mulyadi mengutarakan omset ojol mengalami penurunan dibandingkan hari di luar Ramadan. Sebab, lanjutnya, sebagian besar masyarakat mengurangi aktivitas diluar rumah dan kebijakan libur sekolah menyambut Ramadan 1447 H.
"Kalau hari-hari normal di luar Ramadan, biasanya kita bisa memperoleh Rp100 ribu lebih. Tapi di awal-awal Ramadan, pendapatan kita lebih sedikit. Terkadang hanya Rp 50 ribu saja," ungkap Mulyadi, Minggu (1/3) di Mempawah.
Meski begitu, Mulyadi mengaku tak patah arah mengais rezeki ditengah Ramadan. Dia meyakini, Ramadan akan selalu mendatangkan keberkahan bagi setiap orang yang berjuang dan berusaha.
"Insya Allah, walaupun terasa berat di bulan Ramadan ini kita tetap berusaha yang terbaik untuk menafkahi keluarga di rumah," ujarnya.
Dikatakan Mulyadi, salah satu tantangan terbesarnya mencari cuan disaat Ramadan bukanlah jarak, waktu atau cuaca yang menyengat, melainkan ketahanan iman dari godaan-godaan yang dapat membatalkan puasa.
"Kalau saya pribadi, godaannya itu berbelanja makanan dan minuman maupun takjil untuk konsumen. Namanya kita sudah seharian berpanas-panasan, kemudian lihat makanan dan minuman segar pastinya sangat tergoda. Tetapi Insya Allah, kekuatan iman bisa menahan," katanya sambil tertawa.
Mulyadi memastikan pelayanan terbaik selalu menjadi motivasinya untuk para konsumennya. Agar, para konsumen merasa nyaman dan percaya kinerja ojol seperti dirinya dapat diandalkan untuk membantu masyarakat.
"Kalau cuaca panas terik seperti sekarang ini, kadang daya tahan tubuh mudah lelah. Tetapi, kita tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dan cepat bagi konsume. Agar konsumen tak kecewa dan terus mengorder nantinya," harap dia.
Lebih jauh, Mulyadi mengungkapkan, pihak manajemen ojol tidak menaikan tarif pada bulan Ramadan. Tarif tetap seperti hari-hari biasanya demi kemudahan bagi konsumen.
"Untuk tarif tetap sama seperti hari biasanya. Jadi selama Ramadan ini tidak ada kenaikan tarif. Untuk wilayah Kota Mempawah tarifnya tetap Rp7 ribu, dan diluar Kota Mempawah Rp10 ribu per orderan," paparnya.
Selain tarif, sambung Mulyadi, pihak manajemen juga tidak membatasi jarak tempuh setiap orderan yang masuk. Para driver ojol pun tak mempermasalahkan persoalan tersebut.
"Biasanya kita paling jauh itu orderan ke Sungai Pinyuh atau ke Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang," bebernya.
Mulyadi dan rekan ojol lainnya berharap pelayanan yang mereka berikan dapat memberikan kepuasan bagi para konsumen. Sehingga jasa ojol selalu menjadi pilihan konsumen di Kota Mempawah dan sekitarnya.
"Mudah-mudahan masyarakat puas dengan pelayanan kami. Karena, kami selalu berusaha memberikan layanan yang terbaik. Semoga, Allah mudahkan setiap langkah kami dalam mencari rezeki untuk keluarga di rumah, terutama di bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah ini," tutupnya. (wah)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro