Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kelangkaan BBM di Mempawah Picu Antrean Panjang, Polisi Amankan SPBU

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Rabu, 18 Maret 2026 | 11:51 WIB

 

Antrean kendaraan di SPBU Desa Pasir meluber sampai ke pinggir jalan raya.
Antrean kendaraan di SPBU Desa Pasir meluber sampai ke pinggir jalan raya.

PONTIANAK POST – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi mulai dirasakan masyarakat Kota Mempawah dan sekitarnya sejak Senin (16/3). Dampaknya, harga BBM eceran melonjak, termasuk Pertalite dijual dengan harga Rp15ribu hingga Rp 20ribu per liter.

Dari pantauan pada Selasa (17/3), beberapa kios yang menjual BBM eceran di Kota Mempawah tampak ramai antrean kendaraan. Sebab, stok BBM subsidi di SPBU sudah habis.

Di beberapa kios, harga BBM eceran bervariasi. Salah satu kios di Kota Mempawah menjual BBM pertalite Rp15 ribu per liter, Pertamax Rp17 ribu per liter. Sementara di kios lainnya, BBM pertalite dijual dengan harga Rp20 ribu per liter.

Meski harga jual BBM eceran jauh lebih tinggi dibandingkan harga BBM di SPBU yang hanya Rp10 ribu per liter, tetap saja habis terjual. Sebab, masyarakat membutuhkan bahan bakar untuk operasional kendaraannya. Terlebih menjelang momentum Idul Fitri, mobilitsa besar masyarakat semakin tinggi.

“Tadi (Selasa) pagi, saya beli BBM Pertalite di kios Rp18 ribu per liter, teman saya bahkan (beli) Rp 20 ribu per liter,” aku Dani, warga Kota Mempawah.

Dani pun mengaku pasrah harus merogoh kocek untuk membeli BBM eceran dengan harga relatif lebih tinggi dibandingkan normal. Mengingat, aktivitasnya sangat ketergantungan dengan kendaraan.

“Mau tidak mau, suka tidak suka tetap harus beli BBM. Karena, saya bekerja sebagai kurir membutuhkan BBM untuk operasional kendaraan,” ujarnya.

Dia pun berharap situasi ini bisa segera diatasi oleh pemerintah. Sehingga, kelangkaan bisa segera diatasi dan harga jual BBM kembali seperti semula.

“Sangat berharap pemerintah secepatnya menormalkan situasi ini. Kalau terus menerus terjadi kelangkaan maka semakin sulit bagi kami untuk beraktivitas,” katanya.

Pihak Kepolisian turun tangan melakukan penjagaan dan pengamanan di sejumlah SPBU untuk mengantisipasi terjadinya hal –hal tak diinginkan dampak antrean panjang kendaraan.

Kapolsek Mempawah Hilir, Suhartadi mengatakan, jajarannya melakukan monitoring dan pengawalan di SPBU Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir untuk memastikan antrean kendaraan berlangsung aman dan tertib.

“Pada prinsipnya, kami dari Kepolisian melakukan pengamanan dan mengawasi aktivitas antrean di SPBU agar tetap aman dan kondusif. Kita antisipasi agar tidak terjadi hal-hal tak diingikan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Kapolsek memastikan antrean di SPBU Desa Pasir berjalan tertib dan lancar. Para pemilik kendaraan juga mematuhi aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan petugas dilapangan.

“Kami juga mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan akibat Antrean panjang kendaraan yang meluber sampai ke pinggir jalan raya,” sebutnya.

 Baca Juga: Pangdam XII Tanjungpura Ingatkan Prajurit Tetap Disiplin Selama Cuti Bersama Lebaran

Di sela pengamanan, Kapolsek turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak panic buyying. Sebab, tindakan tersebut akan memicu terjadinya kelangkaan BBM subsidi di masyarakat.

"Kami selalu mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tidak membeli BBM secara berlebihan. Silahkan beli BBM sesuai kebutuhan saja seperti hari normal. Pertamina memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan distribusi lancar,” pungkasnya. (wah)

Editor : Hanif
#mempawah #spbu #antrean #polisi #Kelangkaan BBM #harga eceran