PONTIANAK POST – Kebakaran melanda bangunan perkantoran di SMAN 1 Toho, Desa Pak Laheng, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (19/3) dini hari sekitar pukul 01.10 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga setelah terdengar suara letusan disertai kepulan asap dan cahaya api dari arah lingkungan sekolah. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berteriak meminta bantuan dan berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.
Salah satu saksi, Budi Trio Agusta (27), mengaku awalnya hendak mengecek kondisi lampu yang padam di rumahnya. Namun tak lama kemudian, ia mendengar suara letusan dari arah sekolah yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
“Saya dengar suara seperti ledakan, lalu terlihat asap dan api. Warga langsung berteriak ada kebakaran dan kami bersama-sama menuju lokasi untuk membantu memadamkan api,” ungkapnya.
Api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan yang terbakar merupakan material lama berbahan kayu. Sejumlah ruangan yang hangus di antaranya ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang bimbingan konseling (BK), ruang tata usaha (TU), serta gudang.
Kepala SMAN 1 Toho, Agus Subagio, menjelaskan bahwa bangunan yang terbakar merupakan bagian lama sekolah yang dibangun sekitar tahun 1998.
“Bangunan ini memang sudah lama dan sebagian besar materialnya dari kayu. Beberapa waktu lalu juga sempat dilakukan perbaikan instalasi listrik karena sering terjadi pemadaman dan penurunan voltase, khususnya di area perkantoran,” jelasnya.
Ia menambahkan, ruangan yang terbakar saat ini digunakan untuk aktivitas administrasi dan sebagian ruang kelas, sehingga terdapat banyak dokumen serta perlengkapan sekolah yang ikut hangus.
“Kerugian sementara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, terutama dari bangunan dan peralatan administrasi sekolah,” tambahnya.
Upaya pemadaman dilakukan oleh tim pemadam kebakaran dari Sungai Pinyuh bersama BPBD. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.40 WIB dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.
Kapolres Mempawah melalui Kapolsek Toho, Iptu Adi Putra Syamsudin, membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut. Ia mengatakan, api diduga berasal dari korsleting arus listrik.
“Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, sumber api diduga akibat korsleting listrik dari bagian atas bangunan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujarnya.
Kapolsek Toho juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan minim curah hujan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah terjadinya kebakaran,” tutupnya.(wah)
Editor : Miftahul Khair