PONTIANAK POST – Aksi pencurian kabel tembaga kembali terjadi di wilayah Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Kali ini, kabel pada gardu PLN yang berada di depan Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Nusapati menjadi sasaran, mengakibatkan pemadaman listrik dan terganggunya aktivitas pelayanan.
Peristiwa tersebut diketahui setelah aliran listrik padam sejak dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Kondisi ini membuat operasional kantor PKB tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Staf Teknik PLN ULP Mempawah wilayah Sungai Pinyuh, Fajar Julian, mengungkapkan bahwa kasus pencurian kabel tembaga di wilayah tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Bahkan, kejadian serupa telah berulang hingga delapan kali.
“Pelakunya ini diduga sudah berpengalaman sekali, terlihat dari potongan kabel yang sangat rapi, baik di atas maupun di bawah, menggunakan alat khusus. Kalau orang awam tidak mungkin serapi ini,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Sanggau Salurkan Dana Hibah kepada 45 Ormas untuk Dukung Pembangunan Daerah
Ia menjelaskan, kabel yang dicuri memiliki panjang sekitar 6 hingga 8 meter. Selain itu, bagian sepatu tiang juga mengalami kerusakan akibat aksi pelaku. Kerugian yang ditimbulkan dari satu titik kejadian diperkirakan mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta.
Sebagai langkah antisipasi, pihak PLN kini mengganti kabel tembaga yang hilang dengan kabel berbahan aluminium guna mengurangi risiko pencurian berulang.
“Setiap ada kejadian seperti ini, kami ganti dengan kabel aluminium. Kalau tetap pakai tembaga, dikhawatirkan akan kembali dicuri,” jelas Fajar.
Sementara itu, Gampang Nugroho, staf Kantor PKB Sungai Pinyuh, mengaku sempat tidak menaruh curiga saat listrik padam pada dini hari. Pasalnya, ia mengira pemadaman tersebut merupakan gangguan biasa.
“Waktu mati lampu, saya tidak curiga apa-apa. Saya pikir mati lampu biasa. Tapi pagi harinya saya lihat kabel tembaga di gardu depan sudah hilang,” ungkapnya.
Baca Juga: Komando Yonarmed 16 Tumbak Kaputing Resmi Berganti, Letkol Ari Hartono Jabat Danyon Baru
Kasus ini kembali menyoroti maraknya pencurian infrastruktur kelistrikan di wilayah Sungai Pinyuh, yang tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga mengganggu pelayanan publik.
"Akibat pemadaman tersebut, aktivitas pelayanan di kantor PKB tidak dapat berjalan sejak pagi hari. Tapi tentunya, masyarakat juga berdampak akibat kejadian ini," pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif