PONTIANAK POST – Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Mempawah fokus pada percepatan penanganan stunting secara intensif, pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, serta penguatan sistem pemantauan data secara rutin.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi saat mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 secara virtual di Gedung Mempawah Command Center, kemarin.
Rakorda yang mengusung tema ‘Transformasi Kemendukbangga/BKKBN Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045’ itu turut diikuti Ketua TP PKK Kabupaten Mempawah Rosnilawati Juli Suryadi dan jajaran pejabat daerah lainnya.
Dalam Rakorda tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, antara lain percepatan penurunan stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif, penguatan kemandirian ekonomi keluarga, optimalisasi digitalisasi data kependudukan, serta peningkatan pendidikan keluarga di era digital.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pertandingan, PBVSI Mempawah Latih 30 Wasit Voli untuk Pordezon 2026
Juli Suryadi menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk menyelaraskan program kependudukan di daerah dengan visi pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
“Transformasi yang dilakukan Kemendukbangga/BKKBN harus diimplementasikan hingga ke tingkat akar rumput. Ini bukan sekadar program rutin, melainkan fondasi dalam menyiapkan generasi yang kompetitif menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dia menekankan, Kabupaten Mempawah memiliki peran strategis seiring pesatnya perkembangan industri di daerah. Menurutnya, kondisi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas penduduk agar masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama pembangunan.
“Kita ingin memastikan setiap keluarga di Mempawah memiliki akses terhadap layanan keluarga berencana dan kesehatan yang berkualitas. Dengan transformasi ini, kita optimistis target pembangunan kependudukan dapat tercapai,” tegasnya.
Meski demikian, Wabup Juli Suryadi tak menampik berbagai tantangan yang harus dihadapi. Seperti, belum meratanya cakupan pelayanan, tingkat kepatuhan sasaran, serta kualitas data pelaporan.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalbar Gandeng Taspen dan Bank Mandiri Taspen, Bekali ASN Hadapi Purna Tugas
“Penyusunan peta jalan kependudukan bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan wujud komitmen pembangunan berkelanjutan berbasis data. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi agar kebijakan ini berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif