PONTIANAK POST – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil sikap tegas dengan menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Penutupan itu terkait pencemaran lingkungan akibat limbah dapur MBG yang dikelola oleh Yayasan Lentera Pangan Borneo.
Sanksi penutupan sementara itu disampaikan melalui surat BGN nomor : 1710/D.TWS/04/2026 tanggal 18 April 2026, yang ditandatangani oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan, S.IP, M.Han.
Dalam suratnya, BGN mengungkapkan dasar penutupan sementara karena laporan khusus dari Kepala SPPG Mempawah terkait pemberitaan viral tentang pencemaran air limbah.
Kemudian, berdasarkan hasil investigasi singkat di lapangan dan laporan dari Koordinator Regional Provinsi Kalbar terkait pemberitaan viral pencemaran limbah air, serta pertimbangan Pimpinan BGN atas laporan yang disampaikan tentang pemberitaan viral pencemaran limbah air.
Baca Juga: IPHI dan MTP Tebas Kunjungi Sanggau, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Organisasi
“Dalam rangka investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan lengkap, untuk sementara SPPG Mempawah, Sungai Pinyuh, Sungai Batang dihentikan operasionalnya sampai mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium uji kelayakan air dari instansi terkait,” tegas surat tersebut.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Sungai Batang Mahyus menyambut baik dan mengapresiasi langkah BGN dalam menindaklanjuti permasalahan pencemaran lingkungan yang terjadi di Desa Sungai Batang akibat operasional SPPG setempat.
“Kami menyambut baik kebijakan ini. Kami menilai kebijakan BGN sangat tepat dalam rangka evaluasi dan perbaikan kinerja SPPG di Desa Sungai Batang,” pendapat Mahyus.
Lebih lanjut, Mahyus berharap dilakukan peninjauan dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap SPPG Desa Sungai Batang. Sehingga, SPPG bersangkutan siap kembali beroperasional dengan baik sesuai aturan dan ketentuan yang ada.
“Kami berharap setelah semuanya diperbaiki dan dinyatakan siap operasional, SPPG Desa Sungai Batang dapat kembali beraktivitas merealisasikan program MBG yang sangat dibutuhkan anak-anak di Desa Sungai Batang,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif