PONTIANAK POST – Bupati Mempawah, Erlina, bersama kepala daerah se-Indonesia menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang digelar Kementerian Pertanian RI. Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Senin (20/4) di Jakarta.
Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia patut bersyukur karena mampu memenuhi target swasembada pangan sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah.
“Stok beras kita saat ini mencapai 5 juta ton, capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini merupakan hasil dukungan para kepala daerah dalam menyukseskan program pertanian,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi iklim global yang tidak menentu. Penguatan koordinasi, komunikasi, serta keterlibatan langsung dengan petani menjadi kunci menjaga ketersediaan pangan nasional.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Atur Upah, Perekrutan, dan Jaminan Sosial
“Kita harus terus menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi guna menyukseskan program ketahanan pangan menuju swasembada,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Mempawah Erlina menyampaikan bahwa kondisi iklim global yang tidak menentu menjadi perhatian serius daerah dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Mempawah.
Menurutnya, potensi kekeringan yang meningkat dapat berdampak pada sektor pertanian, terutama lahan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan. Kondisi tersebut juga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Diperlukan langkah mitigasi sejak dini, termasuk memastikan distribusi air bagi petani tetap terpenuhi,” ujarnya.
Erlina menambahkan, pemerintah daerah perlu melakukan identifikasi menyeluruh terhadap lahan pertanian yang rawan kekeringan, sekaligus menyiapkan strategi adaptasi yang tepat bagi petani.
Baca Juga: Wako Pontianak Lepas ASN Calon Haji: 73 ASN Berangkat, Edi Minta Jaga Kesehatan
“Kami mendorong antisipasi sejak dini dengan memetakan wilayah rawan kekeringan, sehingga dampaknya terhadap sektor pertanian dapat diminimalisasi,” pungkasnya. (wah/r)
Editor : Hanif