PONTIANAK POST – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Kabupaten Mempawah tahun 2026 di Dusun Pak Nungkat, Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang resmi dimulai, Sabtu (25/4) malam. MTQ yang berlangsung sejak 25-29 April itu dibuka Bupati Mempawah Hj Erlina yang ditandai dengan pemukulan alat musik Tar.
Pembukaan MTQ turut disaksikan Wakil Bupati Mempawah, H Juli Suryadi Burdadi, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Mempawah yang juga Ketua LPTQ Kabupaten Mempawah, H Ismail, Ketua DPRD Safruddin Asra, Wakil Ketua DPRD Riduan HM Yusuf, Forkopimda, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pimpinan OPD, para Camat, Kades, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan para qori dan qoriah para peserta dari sembilan kecamatan di Kabupaten Mempawah.
Acara pembukaan dimulai dengan penampilan atraksi kesenian seni mulai dari tari-tarian, paduan suara, hingga defile kafilah dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Mempawah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Erlina memberikan apresiasi kepada panitia dan elemen masyarakat Kecamatan Sadaniang yang telah bekerja keras dan berpartisipasi aktif menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-37 tingkat Kabupaten Mempawah dengan penuh kemeriahan dan semangat kebersamaan.
Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Tertibkan Pasar Semrawut, Pedagang Direlokasi Demi Ketertiban dan Kenyamanan
“MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi sarana syiar Islam, pembinaan generasi Qur’ani, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” kata Erlina.
Melalui MTQ, Bupati Erlina berharap akan lahir lahir generasi qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya sangat bangga dengan penyelenggaraan MTQ ke-37 di Kecamatan Sadaniang ini. Karena, kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat multi agama yakni muslim dan nasrani. Bahkan, paduan suara dari gereja ikut berpartisipasi. Ini membuktikan masyarakat di Kecamatan Sadaniang hidup dalam harmonisasi dan kerukunan umat beragama,” tegasnya.
Masih dalam kesempatan itu, Bupati Erlina berpesan kepada seluruh kafilah agar menampilkan kemampuan terbaiknya. Sebab, penyelenggaraan MTQ tersebut sekaligus menjadi ajang seleksi untuk mencari qori dan qoriah terbaik yang akan mewakili Kabupaten Mempawah pada event MTQ ditingkat Provinsi Kalimantan Barat.
“Kabupaten Mempawah sudah mengukuhkan tujuh kali juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa mempertahankan bahkan menambah prestasi delapan kali juara MTQ tingkat Kalbar,” harapnya penuh optimistis.
Baca Juga: Absen Tanpa Keterangan Lebih 10 Hari Berturut, Lima Guru di Kubu Raya Terancam Dipecat
MTQ Wadah Kaderisasi
Sebelumnya, Ketua LPTQ Kabupaten Mempawah, Drs H Ismail, MM mengatakan, MTQ bukan sekadar festival tahunan dan bukan sekadar panggung untuk mencari juara. Melainkan, imbuh dia, MTQ merupakan adalah syiar dan cara untuk mengetuk pintu-pintu hati masyarakat agar kembali dekat dengan Al-Qur’an.
“Hari ini kita prihatin, HP anak-anak kita lebih sering buka TikTok dari pada membuka Mushaf. Lebih hafal lirik lagu viral dari pada hafal satu surat pendek. Karena itu, MTQ ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menjawab tantangan zaman,” tegas Ismail.
Dalam kesempatan itu, Ismail yang juga Sekda Pemkab Mempawah ini menyampaikan tiga pesan. Yakni, MTQ sebagai wadah kaderisasi. Dia berharap, panggung MTQ akan melahirkan qori, hafiz, khattat, mufassir terbaik di Kabupaten Mempawah.
“Mereka bukan hanya juara MTQ, tapi kami siapkan menjadi guru-guru Al-Qur’an di kampungnya masing-masing. Sebab, juara sejati adalah yang ilmunya kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kemudian, Ismail menyampaikan, MTQ sebagai pemersatu. Para kafilah datang dari berbagai wilayah yang berbeda seperti daerah perkotaan, pesisir, pedalaman dan lainnya. Artinya, MTQ ini menyatukan berbagai perbedaan dan menyatukan para peserta dengan satu kitab suci Al-Quran.
Baca Juga: Buka Seminar Naik Dango, Bupati Kubu Raya Tekankan Toleransi sebagai Kunci Pembangunan Daerah
“Ketiga, MTQ sebagai cermin akhlak Qur’ani sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Maidah ayat 8. Pesan ini khusus untuk dewan hakim agar memberikan nilai yang adil.dan bagi para kafilah agar bertanding dengan sportif,” pungkasnya.(wah)
Editor : Hanif