Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rakor GTRA Kalbar 2026 Dorong Sinergi Reforma Agraria untuk Pemerataan Lahan dan Ekonomi

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Kamis, 30 April 2026 | 12:44 WIB
Bupati Mempawah Erlina saat menghadiri rakor GTRA di Pontianak.
Bupati Mempawah Erlina saat menghadiri rakor GTRA di Pontianak.

PONTIANAK POST – Bupati Mempawah, Erlina menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria. Selain itu, juga siap bersinergi dan berkolaborasi bersama pusat dan provinsi guna mensukseskan reforma agraria.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program reforma agraria melalui sinergi lintas sektor, khususnya dalam penataan aset dan akses masyarakat terhadap lahan. Hal ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mengurangi ketimpangan,” tegas Erlina disela-sela menghadiri Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa (28/4).

Erlina menyatakan Pemerintah Kabupaten Mempawah siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan program reforma agraria dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita optimis pelaksanaan reforma agraria ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah baik di sektor pembangunan hingga ekonomi. Karenanya, kami siap mensukseskan reforma agraria di Kabupaten Mempawah,” ucapnya.

Baca Juga: Wabup Mempawah Hadiri Aswakada 2026, Dorong Kolaborasi Lintas Daerah untuk Pembangunan

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Kalimantan Barat, Muhajidin Ma’ruf, menerangkan Rakor GTRA berperan penting dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria.

“Terutama dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi program antar kementerian/lembaga, satuan kerja, maupun organisasi perangkat daerah sehingga target reforma agraria dapat terlaksana secara optimal,” ujarnya.

Ia menegaskan, reforma agraria bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian ATR/BPN, melainkan program lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Melalui Rakor ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan guna mendukung penataan aset dan penataan akses yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat,” tuturnya.

Rakor GTRA dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat yang juga Ketua GTRA Kalimantan Barat, Ria Norsan. Rakor mengusung tema ‘Sinergitas GTRA Redistribusi Tanah di Atas Hak Pengelolaan Bank Tanah serta Tindak Lanjut Pelaksanaan Reforma Agraria dalam Program/Kegiatan Organisasi Perangkat Daerah’. (wah)

Editor : Hanif
#GTRA Kalbar 2026 #pemerataan lahan #rakor #reforma agraria #ekonomi daerah