Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Antrean Truk Solar Membludak, Terminal Sungai Pinyuh Lumpuh dan Akses Tertutup

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Sabtu, 2 Mei 2026 | 15:23 WIB
Kondisi terminal Sungai Pinyuh Kamis (30/4) terlihat penuh dengan truk pengantre solar SPBU
Kondisi terminal Sungai Pinyuh Kamis (30/4) terlihat penuh dengan truk pengantre solar SPBU

PONTIANAK POST – Aktivitas di Terminal Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, terganggu akibat membludaknya antrean truk pengisi BBM solar subsidi di SPBU setempat, Kamis (30/4) pagi. Puluhan kendaraan terlihat terparkir tidak beraturan hingga menutup akses keluar-masuk terminal.

Sejumlah truk bahkan ditinggalkan tanpa sopir di dalam kawasan terminal, diduga sengaja diparkir sambil menunggu giliran pengisian solar. Kondisi ini membuat pintu masuk terminal tertutup dan menghambat operasional angkutan umum, sehingga aktivitas transportasi di lokasi tersebut nyaris lumpuh.

Kepala Terminal Sungai Pinyuh, Idham, menjelaskan bahwa sebelumnya antrean truk berada di badan jalan. Namun, untuk mengurangi kemacetan, antrean dialihkan ke dalam area terminal yang letaknya bersebelahan dengan SPBU.

“Awalnya langkah ini cukup efektif untuk mengurai kemacetan di jalan raya, bahkan sempat berjalan baik sekitar sepekan,” ujar Idham.

Baca Juga: Semarak Hari Bumi, IWO Landak Gelar Aksi Tanam Pohon di Riam Setegung

Namun, dalam sepekan terakhir, kondisi di dalam terminal justru berubah menjadi semrawut. Menurutnya, sulitnya mengatur para sopir membuat antrean tidak terkendali dan semakin kacau.

Ia menambahkan, lonjakan antrean terjadi sejak adanya kenaikan harga solar non-subsidi, sehingga permintaan terhadap solar subsidi meningkat tajam. Selain itu, pola antrean juga sangat bergantung pada kelancaran pasokan BBM di SPBU.

“Kalau pasokan cepat datang, antrean bisa cepat selesai. Tapi kalau terlambat, truk menumpuk dan sulit diatur,” jelasnya.

Idham mengaku telah berulang kali mengimbau para sopir agar tetap tertib dan memberikan prioritas kepada kendaraan umum untuk masuk ke terminal. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan, sehingga ia kesulitan mengendalikan situasi di lapangan.

“Saya sudah melaporkan kondisi ini ke pimpinan dan berharap ada solusi terbaik, agar distribusi BBM tetap berjalan dan terminal bisa berfungsi normal,” tegasnya.

Baca Juga: Purnatugas AKP Bambang Siswanto, Akhiri Karier dengan Pesan Penuh Makna

Dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh sektor transportasi. Aktivitas ekonomi di sekitar terminal juga ikut terganggu. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan keluhan seorang perempuan yang mengaku kehilangan penghasilan karena akses menuju penginapan di dalam terminal tertutup oleh truk-truk yang mengantre.

Idham membenarkan bahwa kepadatan antrean truk telah mengganggu berbagai aktivitas di dalam terminal. Ia berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menata antrean dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar.

“Selama enam tahun saya bertugas di sini, baru kali ini kondisi seperti ini terjadi. Kami berharap ada solusi agar antrean bisa tertib, tidak menimbulkan kemacetan, dan aktivitas masyarakat kembali normal,” pungkasnya. (wah)

Editor : Hanif
#antrean #Sungai Pinyuh #truk #terminal #solar