PONTIANAK POST – Perwakilan Aulia Travel Sungai Pinyuh, Rinto, mengaku salut dan terharu melihat perjuangan Rohati, 77, warga Gang Sepakat Dalam, Kelurahan Sungai Pinyuh, yang tetap gigih menabung demi mewujudkan impian beribadah umrah di tengah keterbatasan ekonomi.
“Di usia beliau yang sudah lanjut, semangat untuk berangkat ke Tanah Suci masih sangat besar. Itu tentu membuat kami ikut tersentuh,” ujar Rinto, Kamis (7/5).
Menurut Rinto, sehari-hari Rohati bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan penghasilan sekitar Rp15 ribu per hari. Untuk menambah pemasukan, perempuan asal Bandung, Jawa Barat, itu juga membersihkan masjid sambil menyisihkan sebagian penghasilannya untuk biaya umrah.
Rinto mengatakan kondisi ekonomi yang sulit tidak membuat Rohati menyerah. Bahkan, Rohati lebih memilih menabung demi ibadah dibanding memperbaiki rumahnya yang sudah mengalami banyak kerusakan.
Baca Juga: Pemkab Mempawah Bantu Biaya Lokal Haji Rp7,1 Juta untuk Setiap Jemaah Tahun 2026
“Yang membuat kami kagum, beliau tetap mendahulukan niat ibadah meskipun kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Itu menunjukkan keyakinan dan perjuangan yang luar biasa,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Rohati pernah mengalami pengalaman pahit setelah diduga menjadi korban penipuan travel umrah pada 2023. Dana yang telah disetorkan saat itu hilang tanpa kejelasan.
Meski demikian, kejadian tersebut tidak mematahkan semangat Rohati. Ia kembali mengumpulkan biaya sedikit demi sedikit, bahkan rela menjual emas miliknya agar bisa kembali mendaftar umrah.
“Tidak semua orang mampu bangkit setelah mengalami hal seperti itu. Tapi Ibu Rohati tetap yakin dan terus berusaha mewujudkan impiannya,” ungkap Rinto.
Sebagai bentuk dukungan, Aulia Travel Sungai Pinyuh memastikan akan memberikan pelayanan dan pendampingan maksimal agar Rohati dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Baca Juga: Bupati Sujiwo Ajak Warga Kubu Raya Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi Data Akurat
“InsyaAllah kami siap membantu semaksimal mungkin agar beliau bisa berangkat dengan tenang. Semoga kondisi kesehatan beliau tetap baik hingga waktu keberangkatan tiba,” ujarnya.
Sesuai jadwal sementara, Rohati direncanakan berangkat umrah pada September mendatang bersama jamaah lainnya dari Sungai Pinyuh.
Rinto menilai kisah Rohati menjadi bukti bahwa panggilan ke Tanah Suci tidak hanya datang dari mereka yang hidup berkecukupan, tetapi juga dari orang-orang sederhana yang memiliki keyakinan dan tekad kuat.
“Semoga perjuangan Ibu Rohati bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang agar tidak mudah menyerah dalam mengejar impian beribadah,” tutupnya. (wah)
Editor : Hanif