PONTIANAK POST – Suasana duka menyelimuti kawasan Kampung Api-Api, Kecamatan Sungai Pinyuh, Selasa (19/05) sore. Seorang anak, Rezfan Sauqi, pelajar kelas 1 sekolah dasar ditemukan meninggal dunia usai tenggelam saat mandi di sungai bersama teman-temannya.
Peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah anak lain bermain dan mandi di tangga pemandian yang berada di sisi surau, tidak jauh dari rumahnya. Menurut keterangan warga, aktivitas mandi tersebut dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Namun satu jam kemudian, teman-teman korban mulai menyadari Rezfan sudah tidak terlihat di sekitar lokasi.
Kepanikan pun terjadi. Anak-anak yang berada di lokasi segera meminta bantuan kepada warga sekitar untuk melakukan pencarian. Salah seorang warga yang turut membantu pencarian, Agus Nadi, mengatakan warga bergerak cepat begitu mendapat informasi adanya anak yang hilang di sungai.
“Anak-anak yang bersama korban memberi tahu kalau Sauqi sudah tidak kelihatan. Warga langsung berdatangan untuk mencari,” ujarnya.
Baca Juga: Wabup Mempawah Minta Organisasi Wanita Perkuat Kolaborasi dan Tanamkan Cinta Tanah Air
Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai menggunakan kemampuan berenang, bantuan sampan, hingga pemeriksaan di sepanjang tepian. Sekitar pukul 17.30 WIB atau kurang lebih 30 menit sejak pencarian dimulai, korban akhirnya ditemukan di tepian sungai dengan jarak sekitar 200 meter dari lokasi awal mandi. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Agus menyebut posisi tubuh korban saat ditemukan hanya tampak sebagian di permukaan air. Dia juga menyampaikan bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan tanda benturan maupun luka. Namun, korban diketahui tidak bisa berenang.
“Yang terlihat hanya bagian atas kepala. Tidak ada luka maupun lebam di tubuhnya. Saya ikut membantu mengangkat korban dari air jadi saya melihat langsung kondisinya,” katanya.
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah keluarga untuk disemayamkan. Rezfan merupakan anak sulung dari pasangan Rio Ramadhan dan Wulan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Sejak kabar tersebut menyebar, tetangga dan kerabat terus berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. (wah)
Editor : Hanif