PONTIANAK POST – Rombongan calon haji Kabupaten Mempawah dikabarkan segera melaksanakan puncak ibadah haji yakni wukuf di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Mereka diberangkatkan ke Arafah pada Senin (25/5) sekitar pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
“Dari informasi dan laporan yang kami terima, rombongan jemaah haji Kabupaten Mempawah dalam keadaan sehat dan siap diberangkatkan ke Arafah. Sesuai jadwal dari panitia haji, jemaah akan diberangkatkan Senin pagi,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Mempawah, H Mulyadi, Senin (25/5) di Mempawah.
Menurut Mulyadi, berbagai persiapan dirampungkan panitia penyelenggara haji Arab Saudi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan puncak ibadah haji. Mulai dari kesiapan fasilitas seperti tenda-tenda untuk menampung jemaah haji hingga pelayanan konsumsi.
“Untuk persiapan dari panitia semuanya sudah rampung 100 persen. Tiga hari sebelum dan setelah puncak ibadah haji, para jemaah telah disiapkan makanan siap santap yang aman dan bergizi dari panitia haji indonesia,” tuturnya.
Baca Juga: DPRD Pontianak Sebut Idul Adha Mampu Dongkrak Ekonomi hingga Tingkat Bawah
Selama wukuf, jemaah haji disarankan agar tidak terlalu banyak membawa perlengkapan. Jemaah hendaknya hanya membawa perlengkapan yang dibutuhkan selama wukuf di Armuzna.
“Hendaknya membawa perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan seperti pakaian ganti, kain ihram dan lainnya. Karena, jika terlalu membawa banyak barang dikhawatirkan akan menyulitkan jika terjadi sesuatu seperti keadaan macet dan lainnya. Jemaah cukup membawa satu tas ransel saja,” sarannya.
Mulyadi memastikan kesehatan para jemaah haji selalu dikontrol oleh tim medis agar tetap fit dan siap melaksanakan puncak ibadah haji.
“Karena, haji adalah wukuf di Padang Arafah. Maka diperlukan kesiapan dan persiapan yang baik terutama persiapan kesehatan yang prima. Sebab, jika gagal melaksanakan wukuf maka jemaah haji tidak dapat mengulang syarat penting dalam pelaksanaan ibadah haji,” tegasnya.
Mulyadi mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah agar mendoakan pelaksanaan puncak ibadah haji tahun 2026 ini berjalan dengan aman dan lancar. “Mari kita doakan agar puncak ibadah haji berlangsung tertib, aman dan lancar. Sehingga, seluruh jemaah haji dapat melaksanakan puncak haji dengan khusuk,” pungkasnya.
Baca Juga: Jemaah Haji Asal Pontianak Meninggal di Mekkah, Sempat Dirawat di RS Al Noor
Pada musim haji 1447 H/2026 M, kuota jemaah haji Kabupaten Mempawah sebanyak 12 orang. Terdiri dari 5 laki-laki dan 7 perempuan. Jemaah haji Kabupaten Mempawah tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 18 BTH yang terdiri dari 272 jemaah asal Riau dan 82 jemaah asal Kalbar.
Hemaah haji tertua bernama Halipah Husin Talip, usia 86 tahun asal Kecamatan Sungai Kunyit. Sementara calon jemaah termuda bernama Siti Mardiyah, usia 44 tahun asal Kecamatan Segedong.
Usai melaksanakan puncak ibadah haji yakni wukuf di Armuzna, jemaah haji Kabupaten Mempawah akan kembali ke tanah air pada 20 Juni 2026 sekitar pukul 20.20 WAS dari bandara Madinah ke Hang Nadim, Batam dengan menggunakan pesawat Saudi Airlines SV 5276. (wah)
Editor : Hanif