PONTIANAK POST – Persoalan distribusi solar bersubsidi di Kabupaten Mempawah kembali menjadi sorotan. Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah dijadwalkan menggelar aksi penyampaian aspirasi ke Kantor DPRD Kabupaten Mempawah pada Rabu, 3 Juni 2026 mendatang.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan para sopir terhadap pelayanan pengisian solar subsidi di sejumlah SPBU, serta dugaan maraknya praktik penglangsiran yang dinilai berdampak pada sulitnya sopir mendapatkan bahan bakar untuk operasional angkutan barang.
Berdasarkan informasi yang disampaikan panitia aksi, massa direncanakan berkumpul di kawasan Peniraman sekitar pukul 09.00 WIB sebelum bergerak menuju kantor legislatif. Koordinator Lapangan Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah, Umar Faruq Noer, mengatakan aksi tersebut merupakan upaya para sopir untuk meminta perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan yang dinilai semakin meresahkan.
Menurutnya, sopir pengguna solar subsidi selama ini menghadapi berbagai kendala saat hendak melakukan pengisian bahan bakar di SPBU. Di sisi lain, mereka juga menyoroti dugaan penjualan solar di luar jalur resmi yang menyebabkan harga semakin tinggi di tingkat pengecer.
Baca Juga: Kuliah Umum di IPDN Kalbar, Karolin Tekankan Pentingnya SDM Unggul dan Birokrasi Berbasis Data
“Yang kami soroti bukan hanya pelayanan di SPBU, tetapi juga persoalan penglangsiran solar yang diduga semakin marak. Kondisi ini membuat sopir kesulitan mendapatkan solar subsidi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, harga solar di kios disebut telah menembus lebih dari Rp15 ribu. Penjualannya pun tidak lagi menggunakan ukuran liter, melainkan sistem jeriken yang jumlah isinya dinilai tidak menentu.
“Kondisi ini tentu memberatkan sopir. Kalau dibiarkan terus, dampaknya akan semakin besar terhadap operasional angkutan barang,” katanya.
Untuk jumlah peserta aksi, Umar memperkirakan sekitar 200 hingga 300 sopir akan ikut turun. Namun jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah karena adanya dukungan dari sopir di beberapa wilayah lain di Kabupaten Mempawah.
"Kami berharap aksi tersebut dapat mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait, untuk segera melakukan evaluasi dan penanganan serius terhadap distribusi solar subsidi agar kebutuhan para sopir dapat terpenuhi dengan baik," pungkas dia. (wah)
Editor : Hanif