Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bupati Mempawah Sebut Pancasila Menjadi Penjaga Masa Depan Bangsa di Tengah Tantangan Global

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Selasa, 2 Juni 2026 | 13:49 WIB
Bupati Erlina saat memimpin apel peringatan Hari Lahir Pancasila.
Bupati Erlina saat memimpin apel peringatan Hari Lahir Pancasila.

PONTIANAK POST Peringatan Hari Lahir Pancasila dilingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah berlangsung khidmat. Bupati Mempawah Erlina menyatakan peringatan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

“Pancasila merupakan ‘jangkar moral’ bagi kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujar Erlina, membacakan sambutan tertulis Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, saat memimpin apel Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6) di Halaman Kantor Bupati Mempawah. Apel dihadiri para pejabat OPD Pemkab Mempawah, Forkopimda, ASN, TNI/Polri, Organisasi Masyarakat, Organisasi Kepemudaan dan lainnya.

Erlina mengungkapkan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengangkat tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’. Tema ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, melainkan juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Erlina menyebut Pancasila adalah ‘bintang penuntun’ yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila 2026, Kemenkum Kalbar Tegaskan Persatuan Bangsa sebagai Kunci Perdamaian Dunia

Menurut Erlina, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat UUD 1945, Bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Maka, Pancasila menjadi fondasi dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” ungkapnya.

Karena itu, Erlina mengajak seluruh elemen bangsa terutama generasi muda agar menjadikan Pancasila sebagai penjaga masa depan, sekaligus sebagai ideologi yang hidup (living ideology).

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” harapnya.

Kemudian, Erlina juga menekankan para pemangku kebijakan agar setiap keputusan berlandaskan pada keadilan sosial untuk memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan rakyat merasa ditinggalkan.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Tekankan Pancasila Harus Hidup Melalui Tindakan Nyata Masyarakat

“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya lagi.

Erlina mengajak semua pihak agar meneguhkan komitmen kebangsaan dengan cara menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pungkasnya.(wah)

Editor : Hanif
#seremonial #hari lahir pancasila #uud 1945 #BUPATI MEMPAWAH #pancasila