PONTIANAK POST – Upaya mendorong pembangunan yang inklusif, berkeadilan gender, serta mampu menghadapi dampak perubahan iklim terus diperkuat di Kabupaten Mempawah. Salah satunya melalui Dialog Multipihak Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Responsif Gender dan Adaptasi Perubahan Iklim yang digelar Gemawan di Aula UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mempawah, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, kelompok perempuan, hingga perwakilan petani dan masyarakat dampingan Gemawan.
Sejumlah instansi yang terlibat antara lain Bapperida Kabupaten Mempawah, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal, Koperasi, UKM dan PTSP, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup, BPBD, UPT KPH Wilayah Mempawah, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sadaniang, Jaring Pedas Mempawah, Serikat Perempuan Kabupaten Mempawah (SPKM), serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.
Koordinator Gemawan Wilayah Mempawah, Lani Ardiansyah atau yang akrab disapa Ucup, mengatakan dialog tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam merancang pembangunan yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang dialog yang melibatkan berbagai pihak, baik OPD terkait maupun kelompok masyarakat dampingan Gemawan, sehingga program yang dijalankan dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat saat ini menuntut hadirnya kebijakan yang lebih adaptif. Dampak tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap lingkungan, tetapi juga kehidupan ekonomi masyarakat, terutama perempuan dan petani yang sangat bergantung pada sumber daya alam.
“Karena itu, pembangunan perlu dirancang secara lebih responsif agar mampu memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Bupati Mempawah, Kurdiah, menyampaikan apresiasi terhadap peran Gemawan yang selama ini aktif melakukan pendampingan kepada masyarakat dan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mempawah saat ini mencapai 8,24 persen. Sementara sektor pengolahan produk memberikan kontribusi sekitar 25 persen terhadap pertumbuhan tersebut.
Baca Juga: Kalbar Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Sekda Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan
“Peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, terutama perempuan dan petani, sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Kurdiah berharap berbagai program pendampingan yang dilakukan Gemawan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya berharap kegiatan pendampingan Gemawan nantinya dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pengurus Gemawan, Hermawansyah, menjelaskan bahwa sinkronisasi kebijakan pembangunan responsif gender menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya kelompok-kelompok Perempuan KUAT di Kabupaten Mempawah.
“Sinkronisasi kebijakan pembangunan berbasis responsif gender ini dimaksudkan untuk mendorong penguatan perempuan,” katanya.
Baca Juga: Wagub Kalbar Resmikan Rumah Adat di Parindu, Krisantus Tekankan Pelestarian Budaya Dayak
Ia menerangkan, konsep Perempuan KUAT yang diinisiasi Gemawan mencakup penguatan kapasitas perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari kepemimpinan, pengembangan usaha ekonomi, pengelolaan agroforestri, hingga pemanfaatan teknologi.
“Harapan kami melalui pelaksanaan sinkronisasi pembangunan berbasis gender ini adalah lahirnya kelompok Perempuan KUAT, yaitu perempuan yang kuat dalam kepemimpinan, usaha, agroforestri, dan teknologi,” jelasnya. (wah)
Editor : Hanif