PONTIANAK POST – Kolaborasi antara Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Khairul Hikmah Desa Pasir, Kabupaten Mempawah, dalam kegiatan Gerakan Madrasah Cinta Lingkungan (Gema Cling) mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Mempawah.
Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Mempawah, Raja Fajar Azansyah, menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar dan seluruh unsur sekolah.
Saat memberikan arahan pada kegiatan yang berlangsung di MTs Khairul Hikmah, Jumat (5/6), Fajar mengatakan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan merupakan langkah positif dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.
“Kolaborasi seperti ini dapat menjadi inspirasi dalam membentuk kesadaran lingkungan, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan di lingkungan madrasah,” ujarnya.
Baca Juga: Gemawan Dorong Peran Perempuan dan Ketahanan Iklim di Kabupaten Mempawah
Menurut Fajar, pelaksanaan Gema Cling bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang tahun ini mengusung tema Saatnya Bekerja untuk Iklim. Karena itu, kegiatan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dinilai relevan dengan upaya menghadapi tantangan perubahan iklim.
Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Setiap langkah kecil yang dilakukan untuk menjaga lingkungan merupakan kontribusi nyata dalam memperbaiki kondisi iklim. Karena itu, kerja sama antara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat perlu terus diperkuat,” katanya.
Fajar juga menyoroti keinginan MTs Khairul Hikmah untuk meraih predikat Sekolah Adiwiyata. Menurutnya, cita-cita tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh warga sekolah memiliki komitmen yang sama dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa konsep Adiwiyata tidak hanya berkaitan dengan penghijauan, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan sekolah, hingga pembiasaan hidup bersih dan sehat.
Baca Juga: Razia Layangan di Pontianak Utara, Satpol PP Sita 60 Layangan dan Gelondongan Benang
“Predikat Adiwiyata menuntut keterlibatan semua pihak. Mulai dari guru, siswa hingga pihak pendukung lainnya harus memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, mengatakan Gema Cling merupakan bentuk dukungan LDII terhadap program pelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap alam.
Menurutnya, nilai-nilai kepedulian lingkungan perlu ditanamkan sejak usia sekolah sehingga menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri sendiri,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, LDII Kalbar juga menyerahkan 50 bibit pohon yang terdiri atas pucuk merah, palem, ketapang kencana dan tabebuya. Penanaman dilakukan secara simbolis sebagai wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang hijau dan berkelanjutan.
"Sebagai bentuk dukungan terhadap target MTs Khairul Hikmah menjadi sekolah Adiwiyata, LDII Kalbar menyatakan siap memberikan bantuan berupa bibit tanaman, maupun pelatihan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan," tuntasnya. (wah)
Editor : Hanif