Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Lihat Hasil Tes Kemampuan Akademik, Pemkab Mempawah Petakan Pendidikan Daerah

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Senin, 8 Juni 2026 | 14:43 WIB
GLADI TKA: Kemendikdasmen melaksanakan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional di SMA Negeri 3 Palembang pada Kamis (30/10).
GLADI TKA: Kemendikdasmen melaksanakan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional di SMA Negeri 3 Palembang pada Kamis (30/10).

PONTIANAK POST - Hasil Tes Kemampuan Akademik 2026 di Kabupaten Mempawah menunjukkan capaian literasi siswa masih lebih baik dibanding numerasi.

Rata-rata nilai Bahasa Indonesia pada jenjang SD mencapai 55,34 dan Matematika 39,73. Sementara pada jenjang SMP, rata-rata nilai Bahasa Indonesia sebesar 59,28 dan Matematika 39,33.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disdikporapar) Mempawah, H El Zuratnam, mengatakan capaian Bahasa Indonesia lebih tinggi karena materi literasi dinilai lebih dekat dengan pengalaman belajar siswa.

Pada jenjang SD, dari 4.193 peserta TKA, enam siswa meraih nilai tertinggi 96,67 untuk Bahasa Indonesia. Sementara nilai tertinggi Matematika 93,33 hanya diraih satu siswa.

Kondisi serupa terjadi pada jenjang SMP. Dari 2.931 peserta, empat siswa memperoleh nilai sempurna 100 pada Bahasa Indonesia, sedangkan pada Matematika hanya satu siswa yang meraih nilai tertinggi 93,33 dari 2.928 peserta.

Menurut El Zuratnam, rendahnya capaian Matematika tidak dapat dimaknai sebagai kegagalan kapasitas intelektual siswa.

Kondisi tersebut lebih dipengaruhi ketidaksesuaian metode pembelajaran konvensional dengan karakter soal TKA yang berbasis penalaran tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta digitalisasi.

Meski demikian, ia menilai hasil TKA memberikan data yang jujur dan valid untuk memetakan kondisi pendidikan daerah.

Data tersebut akan menjadi dasar Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam menyusun kebijakan, termasuk distribusi bantuan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi serta penguatan program numerasi bagi guru dan siswa.

El Zuratnam mengakui hasil TKA tahun ini masih belum memuaskan, terutama pada mata pelajaran Matematika.

Selain itu, masih terdapat kesenjangan capaian antara sekolah di kawasan perkotaan dan wilayah pinggiran yang dipengaruhi perbedaan adaptasi terhadap fasilitas digital.

Namun dari sisi pelaksanaan, TKA dinilai telah mencapai tujuan utama karena berlangsung bersih, jujur, serta bebas dari kebocoran maupun manipulasi sehingga nilai yang diperoleh mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya.

“Hasil TKA menjadi alat rontgen pendidikan daerah. Dengan data yang ada, pemerintah kini dapat memetakan kelemahan utama sekolah, khususnya di bidang numerasi, sehingga program dan anggaran dapat diarahkan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Untuk meningkatkan capaian TKA pada tahun mendatang, Disdikporapar Mempawah menyiapkan sejumlah program intervensi, antara lain penguatan komunitas belajar guru, bimbingan teknis dan workshop, adaptasi kurikulum, penguatan peran mitra pembangunan, serta pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Mempawah yang telah mengalokasikan anggaran melalui APBD serta sinergi pendanaan APBN bersama mitra pembangunan guna menyukseskan pelaksanaan TKA 2026 dan mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar secara berkelanjutan. (wah) 

Editor : Chairunnisya
#Tes Kemampuan Akademik