PONTIANAK POST-Kabupaten Mempawah di Kalimantan Barat ternyata menyimpan destinasi wisata yang belum terlalu popular. Namun destinasi ini memiliki daya tarik budaya, sejarah, hingga religi yang kuat. Mulai dari klenteng di tepi laut hingga masjid bersejarah, semuanya menawarkan pengalaman yang unik bagi wisatawan.
Masjid Jamiatul Khair, Jejak Sejarah Kesultanan Mempawah
Dilansir dari laman mempawah tourism, Masjid Jamiatul Khair merupakan salah satu masjid bersejarah di Kalimantan Barat yang dibangun pada tahun 1906 oleh Panebahan Mempawah Mohammad Atufik Akamaddin. Masjid ini dulunya merupakan masjid kerajaan Kesultanan Mempawah.
Baca Juga: Menapak Jejak Ulama dan Raja: Wisata Religi Jamaah Masjid Ikhwanul Mukminin ke Mempawah
Lokasinya yang berada di tepian Sungai Mempawah menjadikannya strategis pada masa lalu, ketika transportasi utama masyarakat masih menggunakan jalur sungai. Berdekatan dengan Istana Amantubillah, masjid ini kini menjadi salah satu daya tarik wisata religi dan sejarah yang penting di Mempawah.
Tangga Seratus Bukit Seliung
Di Kecamatan Sungai Pinyuh, terdapat Tangga 100 Bukit Seliung yang menjadi akses menuju sebuah klenteng unik yang berada tepat di bawah batu besar. Klenteng ini menjadi tempat ibadah bagi umat Konghucu, Taoisme, dan Buddha.
Keunikan lokasi ini membuatnya berbeda dari destinasi lain, karena menyajikan perpaduan antara alam dan spiritualitas yang berdampingan dalam satu kawasan yang tenang dan sakral.
Klenteng Kong Khew Pak Kung di Tepi Laut
Salah satu destinasi yang menyuguhkan panorama menakjubkan adalah Klenteng Kong Khew Pak Kung. Berada di muara sungai dan dikelilingi hutan mangrove, tempat ini menghadirkan suasana seperti berada di tengah alam liar yang tenang.
Baca Juga: Mempawah Jadi Lokasi Perdana Energi Muda Kalbar dan Gerakan Wisata Bersih
Di sisi lain, hamparan laut lepas menambah keindahan panorama. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga bersantai menikmati angin laut. Waktu terbaik berkunjung adalah setelah pukul 12 siang, saat nelayan pulang melaut dan kapal-kapal mulai lalu lalang di sekitar muara.
Gua Maria Ratu Pecinta Damai Anjongan
Gua Maria Anjongan yang dibangun sejak 1973 memiliki sejarah panjang sebagai simbol perdamaian. Tempat ini didirikan sebagai upaya menyatukan kembali masyarakat Dayak dan Tionghoa yang pernah mengalami konflik.
Baca Juga: Menilik Sejarah Makam Keramat Kepiting di Mempawah, Sempat Jadi Lokasi Wisata Religi dan Pantai
Patung Bunda Maria setinggi 12 meter menjadi lambang kedamaian yang menginspirasi banyak orang. Hingga kini, lokasi ini menjadi destinasi wisata rohani yang ramai dikunjungi peziarah, terutama pada Bulan Maria di Mei dan Oktober. Selain beribadah, pengunjung juga dapat menikmati suasana alam dan kolam air yang menyatu dengan hutan hujan tropis.
Destinasi-destinasi ini membuktikan bahwa Mempawah tidak hanya kaya budaya, tetapi juga menyimpan pesona wisata yang layak untuk dieksplorasi lebih dalam oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.
Editor : Silvina