PONTIANAK POST – Ribuan tanaman enceng gondok atau kumpai memenuhi aliran Sungai Pinyuh hingga kawasan muara laut dalam dua hari terakhir. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan sejumlah pipa penyedot air mengalami kerusakan.
Warga Kampung Api-Api, Hartono, mengatakan hamparan kumpai terus hanyut mengikuti arus sungai sejak Selasa hingga Rabu sore. Bahkan jumlahnya disebut semakin bertambah dan belum menunjukkan tanda-tanda berkurang.
“Dari sekitar pukul 16.00 WIB sampai menjelang magrib masih terlihat kumpai hanyut. Sampai hari ini pun jumlahnya semakin banyak dan tidak putus-putus mengalir ke arah muara,” ujarnya, Rabu (24/6).
Baca Juga: KPU Kubu Raya Verifikasi 163 Data Pemilih Diduga Meninggal Hasil Temuan Bawaslu
Menurut Hartono, banyaknya kumpai yang hanyut menyulitkan warga yang masih memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci. Selain itu, tanaman air tersebut juga kerap menghantam pipa penyedot air milik masyarakat.
Ia menilai fenomena kumpai hanyut kali ini berbeda dibanding biasanya. Jika umumnya hanya berlangsung beberapa jam, kali ini kumpai terus mengalir selama dua hari dengan volume yang jauh lebih besar.
Hartono menduga kumpai tersebut berasal dari wilayah hulu, tepatnya kawasan Sungai Rasau. Menurutnya, enceng gondok kemungkinan hanyut setelah dilakukan pembersihan di daerah tersebut.
“Kemungkinan berasal dari pembersihan di hulu Sungai Rasau. Setelah dibersihkan, kumpainya terbawa arus dan sampai ke Sungai Pinyuh hingga menuju laut,” jelasnya.
Baca Juga: Peringatan Hari Assyura di Mempawah, Sebanyak 51 Anak Yatim Terima Santunan
Warga berharap instansi terkait segera melakukan penanganan agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas, terutama terhadap aktivitas masyarakat dan sarana penyedot air yang digunakan sehari-hari. (wah)
Editor : Hanif