Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemkab Mempawah Bentuk BUMD Kijing Maritim Logistik untuk Optimalkan Pelabuhan Kijing

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Senin, 29 Juni 2026 | 10:24 WIB
Kapal sandar di terminal non petikemas Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, menunggu proses pemuatan, mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan peran pelabuhan sebagai simpul distribusi utama di Kalimantan Barat.
Kapal sandar di terminal non petikemas Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, menunggu proses pemuatan, mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan peran pelabuhan sebagai simpul distribusi utama di Kalimantan Barat.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Mempawah terus mematangkan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi daerah seiring beroperasinya Pelabuhan Internasional Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit. Salah satu agendanya, pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kijing Maritim Logistik.

Rencana pembentukan BUMD baru itu dibahas dalam pemaparan hasil revisi analisis kebutuhan pembentukan BUMD yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting di Mempawah Command Centre (MCC), beberapa waktu lalu.

Sekda Pemkab Mempawah, Abdul Malik menjelaskan, BUMD Kijing Maritim Logistik akan bergerak di bidang layanan ship chandler atau penyedia kebutuhan operasional kapal di kawasan Pelabuhan Internasional Kijing. Kajian ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Mempawah dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak.

Baca Juga: Terminal Kijing Mulai Layani Petikemas Perdana dan Siap Jadi Hub Logistik Kalbar

Dalam arahannya, Abdul Malik menegaskan bahwa pembentukan BUMD harus didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, terukur, dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan Kijing Maritim Logistik diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Melalui BUMD ini, Pemerintah Kabupaten Mempawah ingin memastikan daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu mengambil manfaat dari aktivitas pelayaran internasional di Pelabuhan Kijing. Layanan ship chandler yang terintegrasi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan logistik kapal secara cepat, tepat, dan berkualitas,” ujar Abdul Malik.

Malik menerangkan, sistem layanan ship chandler akan didukung oleh rantai pasok yang terstruktur, mulai dari permintaan kapal, verifikasi pesanan, pengecekan stok dan pengadaan barang, pengendalian mutu, distribusi dan serah terima, hingga proses penagihan dan evaluasi layanan.

Baca Juga: Cari Sumber PAD Baru, Wabup Ketapang Usulkan Alih Fungsi Pelabuhan hingga Penguatan Logistik Daerah

"Selain berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, pembentukan BUMD ini juga dirancang untuk melibatkan pelaku usaha lokal. Kemitraan yang dibangun mencakup pedagang pasar, toko kelontong, penyedia alat kebersihan, depot air minum, apotek, jasa angkutan, katering, hingga layanan laundry," tuturnya.

Kehadiran Kijing Maritim Logistik diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi UMKM lokal, meningkatkan perputaran ekonomi daerah, serta membuka peluang kerja baru di sektor pendukung kegiatan kepelabuhanan.

Dengan demikian, manfaat ekonomi dari aktivitas Pelabuhan Internasional Kijing dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Mempawah.(wah)

Editor : Hanif
#Kijing Maritim Logistik #layanan kapal #PAD #pemkab mempawah #bumd